Detail Cantuman

Image of Kajian atas kepemilikan rumah susun bersubsidi oleh masyarakat bukan berpenghasilan rendah dihubungkan dengan undang-undang No. 16 Tn. 1985 tentang rumah susun

 

Kajian atas kepemilikan rumah susun bersubsidi oleh masyarakat bukan berpenghasilan rendah dihubungkan dengan undang-undang No. 16 Tn. 1985 tentang rumah susun


dengan sistem lebih dari sate Iantai atau dibangun secara vertikal, yang dibagi atas bagian-bagian yang dimiliki bersama dan satuan¬satuan yang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100700252346.045 Atm kPerpustakaan Pusat (Ref.11.179)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    346.045/
    Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    114 hlm,;29,5 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    346.045
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • dengan sistem lebih dari sate Iantai atau dibangun secara vertikal, yang dibagi atas bagian-bagian yang dimiliki bersama dan satuan¬satuan yang masing-masing dapat dimiliki secara terpisah untuk dihuni yang disebut sebagai rumah susun bersubsidi. Rumah susun bersubsidi diperlukan dalam rangka peningkatan daya guna dan hash! guna tanah bagi pembangunan perumahan dan untuk lebih meningkatkan kualitas lingkungan pemukiman pada daerah-daerah padat tetapi hanya tersedia luas tanah yang terbatas yang peruntukkan utamanya adalah untuk masyarakat berpenghasilan rendah namun pada prakteknya justru di miliki oleh masyarakat bukan berpenghasilan rendah. Sasaran rumah susun bersubsidi yaitu rumah yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman mengenai praktek kepemilikan rumah susun bersubsidi dan persyaratan kepemilikan rumah susun bersubsidi oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
    Penulisan tesis ini mempergunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis normatif. Pengumpulan data dan informasi diperoleh dari penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Metode analisis data dan informasi dilakukan secara normatif kualitatif.
    Hash penelitian menunjukkan bahwa praktek kepemilikan rumah susun bersubsidi oleh masyarakat bukan berpenghasilan rendah, merupakan pelanggaran pada ketentuan Pasal 3 Undang-undang Rumah Susun yaitu tujuan pembangunan Rumah Susun adalah untuk memenuhi kebutuhan perumahan yang Iayak bagi rakyat, terutama golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah. Selain itu kepemilikan rumah susun bersubsidi oleh masyarakat bukan berpenghasilan rendah tidak sesuai dengan asas-asas rumah susun sebagaimana tercantum dalam Pasai 2 Undang-undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun dan dengan fungsi rumah susun sebagai tempat hunian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan penyediaan rumah yang Iayak dalam lingkungan yang sehat, sesuai dengan tingkat kemampuan masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah. Penegakan persyaratan untuk memiliki satuan rumah susun bersubsidi tidak dilaksanakan sesuai prosedur peraturan perundang-undangan yang berlaku sedangkan sanksi bagi pelanggaran ini tidak ada sama sekali tercantum dalam Undang-undang rumah susun ataupun dalam Peraturan Menteri yang berkaitan dengan rumah susun bersubsidi. Sehingga banyak masyarakat yang dirugikan karena tidak dapat menikmati rumah susun bersubsidi untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah. Faktor lainnya dikarenakan maksimal besarnya penghasilan pada syarat kepemilikan rumah susun bersubsidi terlalu tinggi sehingga masyarakat bukan penghasilan rendah dapat ikut memiliki rumah susun bersubsidi ini.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi