Detail Cantuman

Image of Perlindungan hukum terhadap sinetron produksi asing atas tindakan adaptasi tanpa izin yang dilakukan oleh sinetron produksi indonesia dalam kerangka undang-undang No. 19 Th. 2002 tentang hak cipta dikaitkan dengan TRIPs-WTO

 

Perlindungan hukum terhadap sinetron produksi asing atas tindakan adaptasi tanpa izin yang dilakukan oleh sinetron produksi indonesia dalam kerangka undang-undang No. 19 Th. 2002 tentang hak cipta dikaitkan dengan TRIPs-WTO


PERLlNDUNGAN HUKUM TERHADAP SINETRON PRODUKSI ASING
ATAS TINDAKAN ADAPTASI TANPA IZIN YANG DILAKUKAN OLEH
SINETRON PRODUKSIINDONESIA ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100700249346.048 2 Pri p/R.11.208Perpustakaan Pusat (REF.11.208)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    346.048 2 Pri p/R.11.208
    Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi,;127 hlm,;29,5 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    346.048 2
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PERLlNDUNGAN HUKUM TERHADAP SINETRON PRODUKSI ASING
    ATAS TINDAKAN ADAPTASI TANPA IZIN YANG DILAKUKAN OLEH
    SINETRON PRODUKSIINDONESIA DALAM KERANGKA UNDANG-

    UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA DIKAITKAN
    DENGAN TRIPs-WTO

    ABSTRAK

    Persaingan yang ketat didunia hiburan televisi menyebabkan
    meningkatnya permintaan sinetron-sinetron baru. Peningkatan permintaan
    akan sinetron ini seharusnya semakin meningkatkan daya kreativitas dari
    rumah produksi dalam menghasilkan tayangan yang bermutu dan orisinal.
    Namun yang terjadi justru sebaliknya, banyak penonton yang menilai bahwa
    sinetron-sinetron yang ditayangkan oleh stasiun TV saat ini mempunyai
    kemiripan dengan drama-drama serial asing. Terlebih apabila drama serial
    asing aslinya ternyata ditayangkan pad a salah satu stasiun TV, akan sang at
    mudah bagi penontonnya untuk membandingkan sinetron tersebut dengan
    drama serial asing aslinya. Salah satu contohnya adalah sinetron Cinta
    Remaja yang mirip dengan drama serial Korea Sassy Girl Ch un Hyang.
    Biasanya apabila rumah produksi membuat sinetron yang mengadaptasi dari
    drama aslinya akan dicantumkan pada Credit Title, namun yang terjadi pada
    sinetron tersebut tidaklah demikian. Hal inilah yang menarik minat penulis
    untuk membahas masalah ini. Adapun pokok permasalahannya adalah
    apakah Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta dikaitkan
    dengan TRIPs_WTO telah mengakomodasi perlindungan terhadap sinetron
    asing atas adaptasi tanpa izin oleh sinetron produksi Indonesia, dan apa
    yang menjadi kendala dalam melindungi sinetron asing terhadap adaptasi
    tanpa izin oleh sinetron produksi Indonesia.

    Spesifikasi penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis
    dengan pendekatan yuridis normatif, teknik pengumpulan data melalui studi
    kepustakaan dan wawancara, serta analisis data dilakukan dengan metode
    norrnatit kualitatif.

    Berdasarkan hasll penelitian yang diperoleh, penulis dapat mengambil
    kesimpulan, bahwa Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak
    Cipta dikaitkan dengan TRIPs-WTO secara garis besar telah mengakomodasi
    perlindungan terhadap sinetron produksi asing termasuk warga Negara asing
    seperti tercantum dalam Pasal 76 UUHC. Walaupun telah mengakomodasi
    tetapi masih terdapat kendala-kendala di dalam penegakan hukumnya antara
    lain dari faktor yuridis yaitu dari Undang-undang itu sendiri, dan faktor non
    yuridis yaitu faktor penegak hukum, sarana atau fasilitas, masyarakat dan
    kebudayaan.

    v

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi