Pengaruh konsentrasi khamir saccharomyces servisiae pada proses pembuatan bubuk putih telur secara fermentasi
PENGARUH KONSENTRASI KHAMIR Saccharomyces cerevisiae P ADA
. PROSES PEMBUATAN BUBUK PUTIH TELUR SECARA FERMENTASI
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001070900480 664.02 mar p/R.62.72 Perpustakaan Pusat (REF.62.72) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 664.02 mar p/R.62.72Penerbit Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad : Bandung., 2007 Deskripsi Fisik vii,;41 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 664.02 mar pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Mardawati, Efri; Tita Rialita ; Mira Miranti -
PENGARUH KONSENTRASI KHAMIR Saccharomyces cerevisiae P ADA
. PROSES PEMBUATAN BUBUK PUTIH TELUR SECARA FERMENTASI
Oleh:
Efri Mardawati, Tita Rialita, Mira Miranti
ABSTRAK
Pada proses pembuatan bubuk putih telur akan terjadi reaksi pencoklatan
non-enzimatis selama pengolahan (Reaksi Maillard). Untuk mencegahnya maka
perlu dilakukan proses reduksi gula-gula pereduksi melalui proses fermentasi
menggunakan khamir Saccharomyces cerevisiae sebelum pengeringan. Tujuan
penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi S. cerevisiae dan lama
fermentasi terhadap beberapa karakteristik produk, yaitu : rendemen, kadar air,
pH, kadar abu, kadar gula pereduksi, warna dengan metode CIE L *a*b*,
karakteristik organoIeptik terhadap warna, aroma, dan kenampakan keseluruhan;
kadar protein, nilai TPC, daya pembentukan busa, dan perhitungan total sel
khamir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dengan perlakuan
konsentrasi S. cerevisiae 0,15 %, 0,25 %, 0,35%, 0,45%; dan lama fermentasi
selama 2 jam dan 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan S.
cerevisiae sebanyak 0,45 % dan lama fermentasi 3 jam menghasilkan bubuk putih
telur dengan karakteristik terbaik meliputi kadar air 5,00 %, rendemen 7,92 %, pH
9,59, kadar abu 5,39 %, gula pereduksi 0,55 %, menurut uji organoleptik yaitu
warna kuning cerah dengan nilai 3,8, aroma cenderung biasa dengan nilai 3,0,
kenampakan keseluruhan agak disukai panelis dengan nilai 4,2. Nilai TPC dari
perlakuan tersebut adalah 8,7 x 103 - 1 X 104 sel/mL, niIai protein sebesar 99,42 %,
dan daya pembentukan busa sebesar 4 cm. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






