Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Toksisitas Subkronis Ekstrak etanol Seledri (Apium graveolens L.) pada Tikus Putih Jantan dan Betina Galur Wistar


Telah dilakukan penelitian mengenai toksisitas subkronis dari ekstrak etanol seledri (Apium graveolens L.) pada tikus jantan dan betina galur Wistar. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021061000193Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    1865
    Penerbit : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    1865
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Telah dilakukan penelitian mengenai toksisitas subkronis dari ekstrak etanol seledri (Apium graveolens L.) pada tikus jantan dan betina galur Wistar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keamanan penggunaan ekstrak etanol seledri yang memenuhi syarat standar uji toksisitas subkronis. Pemberian sediaan ekstrak etanol seledri dosis 100, 200, dan 800 mg/ kg BB diberikan secara oral selama 90 hari berturut-turut, serta kepada kelompok satelit pada dosis 200 mg/kg BB dan 800 mg/kg BB yang diamati 30 hari setelah pemberian ekstrak uji dihentikan. Hasil penelitian tidak menunjukkan perbedaan bermakna (a=0,05 dan a=0,05) terhadap kelompok kontrol PGA 2 % (a = 0,05) pada beberapa parameter (perilaku tikus, perkembangan dan peningkatan bobot badan, pH dan berat jenis urin, persen hematokrit, hemoglobin, jumlah eritrosit dan leukosit, biokimia darah dan mukosa lambung) dan parameter mikroskopik organ (otak, paru-paru, otot jantung, hati, ginjal, kelenjar adrenal, testis, vesika seminalis, uterus dan ovarium). Pada kelompok dosis 200 dan 800 mg/kg BB terdapat peningkatan jumlah sel Kupffer yang menunjukkan indikasi adanya perbaikan sel ke arah lebih baik.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi