
Text
Eksplorasi Konformasi Dan Analisis Selektifitas Aptamer Anti-Fabp3 Untuk Deteksi Dini Penyakit Jantung Menggunakan Pendekatan In Silico
ABSTRAK
Diagnosis penyakit jantung biasanya baru diberikan kepada pasien ketika
penyakit sudah melewati tahap awal. Oleh sebab ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan MB70 MB70 Perpustakaan Sekolah Pascasarjana (2) Tersedia -
Perpustakaan Sekolah PascasarjanaJudul Seri -No. Panggil MB70Penerbit : Bandung., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi MB70Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
ABSTRAK
Diagnosis penyakit jantung biasanya baru diberikan kepada pasien ketika
penyakit sudah melewati tahap awal. Oleh sebab itu, dibutuhkan metode diagnosis
yang dapat secara dini mendeteksi penyakit jantung. FABP3 merupakan protein
yang berpotensi sebagai biomarker unggul yang dapat mendiagnosis penyakit
jantung pada 2-3 jam pertama. Penelitian terdahulu oleh Kakoti dan Goswami
(2017) telah mengidentifikasi sekuen aptamer anti-FABP3 yang disebut N13,
namun dengan sensitivitas yang masih terbatas dalam mendeteksi FABP3,
diperlukan pemahaman lebih dalam tentang dinamika konformasi dan selektifitas
dari aptamer tersebut untuk menjadi dasar pengaplikasiannya sebagai metode
diagnosis dini penyakit jantung. Melalui penelitian ini, telah dilakukan analisis in
silico terkait hal tersebut. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu
prediksi struktur aptamer N13 secara 2D dengan Mfold, prediksi struktur 3D
dengan RNAComposer, analisis dinamika molekuler secara coarse-grain dengan
SIRAH AMBER, serta analisis selektifitas menggunakan simulasi penambatan
dengan HDOCK dan HADDOCK2.4. Hasil simulasi sepanjang 83 μs menunjukkan
residu 1 hingga 50 menunjukkan pola konformasi yang konsisten dan stabil dalam
simulasi pada rentang 40 μs, dengan penurunan nilai fluktuasi RMSD yang
signifikan. Sebaliknya, residu 51 hingga 90 menunjukkan peningkatan pergerakan
konformasi yang mengarah pada peningkatan nilai RMSD yang terjadi secara terus-
menerus. Hasil simulasi penambatan konformasi N13 pada panjang simulasi 83 μs
menunjukkan bahwa terdapat potensi pengenalan aptamer N13 terhadap beberapa
biomarker lain, namun pengikatan yang terjadi mungkin lemah atau sulit terjadi
dengan mempertimbangkan aptamer dan protein di kondisi alaminya tidak rigid dan
terus berdinamika. Selain itu, hasil penambatan aptamer N13 dengan FABP3
menunjukkan bahwa region situs pengikatan N13 terletak di residu 1-60 nt,
sehingga region 61-90 nt mungkin tidak berperan secara signifikan terhadap afinitas
dan spesifisitas aptamer N13. Secara umum, struktur 3D hasil prediksi belum cukup
stabil dan konformasi pada panjang simulasi 83 μs menjadi acuan konformasi
paling stabil. Hasil simulasi penambatan juga menunjukkan perlunya modifikasi
untuk mengoptimalkan afinitas dan spesifisitas aptamer N13 agar potensi
pengaplikasiannya sebagai metode deteksi dini penyakit jantung dapat
dikembangkan dengan maksimal. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






