Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Eksplorasi Konformasi Dan Analisis Selektifitas Aptamer Anti-Fabp3 Untuk Deteksi Dini Penyakit Jantung Menggunakan Pendekatan In Silico


ABSTRAK

Diagnosis penyakit jantung biasanya baru diberikan kepada pasien ketika
penyakit sudah melewati tahap awal. Oleh sebab ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    MB70MB70Perpustakaan Sekolah Pascasarjana (2)Tersedia
  • Perpustakaan
    Sekolah Pascasarjana
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    MB70
    Penerbit : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    MB70
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK

    Diagnosis penyakit jantung biasanya baru diberikan kepada pasien ketika
    penyakit sudah melewati tahap awal. Oleh sebab itu, dibutuhkan metode diagnosis
    yang dapat secara dini mendeteksi penyakit jantung. FABP3 merupakan protein
    yang berpotensi sebagai biomarker unggul yang dapat mendiagnosis penyakit
    jantung pada 2-3 jam pertama. Penelitian terdahulu oleh Kakoti dan Goswami
    (2017) telah mengidentifikasi sekuen aptamer anti-FABP3 yang disebut N13,
    namun dengan sensitivitas yang masih terbatas dalam mendeteksi FABP3,
    diperlukan pemahaman lebih dalam tentang dinamika konformasi dan selektifitas
    dari aptamer tersebut untuk menjadi dasar pengaplikasiannya sebagai metode
    diagnosis dini penyakit jantung. Melalui penelitian ini, telah dilakukan analisis in
    silico terkait hal tersebut. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu
    prediksi struktur aptamer N13 secara 2D dengan Mfold, prediksi struktur 3D
    dengan RNAComposer, analisis dinamika molekuler secara coarse-grain dengan
    SIRAH AMBER, serta analisis selektifitas menggunakan simulasi penambatan
    dengan HDOCK dan HADDOCK2.4. Hasil simulasi sepanjang 83 μs menunjukkan
    residu 1 hingga 50 menunjukkan pola konformasi yang konsisten dan stabil dalam
    simulasi pada rentang 40 μs, dengan penurunan nilai fluktuasi RMSD yang
    signifikan. Sebaliknya, residu 51 hingga 90 menunjukkan peningkatan pergerakan

    konformasi yang mengarah pada peningkatan nilai RMSD yang terjadi secara terus-
    menerus. Hasil simulasi penambatan konformasi N13 pada panjang simulasi 83 μs

    menunjukkan bahwa terdapat potensi pengenalan aptamer N13 terhadap beberapa
    biomarker lain, namun pengikatan yang terjadi mungkin lemah atau sulit terjadi
    dengan mempertimbangkan aptamer dan protein di kondisi alaminya tidak rigid dan
    terus berdinamika. Selain itu, hasil penambatan aptamer N13 dengan FABP3
    menunjukkan bahwa region situs pengikatan N13 terletak di residu 1-60 nt,
    sehingga region 61-90 nt mungkin tidak berperan secara signifikan terhadap afinitas
    dan spesifisitas aptamer N13. Secara umum, struktur 3D hasil prediksi belum cukup
    stabil dan konformasi pada panjang simulasi 83 μs menjadi acuan konformasi
    paling stabil. Hasil simulasi penambatan juga menunjukkan perlunya modifikasi
    untuk mengoptimalkan afinitas dan spesifisitas aptamer N13 agar potensi
    pengaplikasiannya sebagai metode deteksi dini penyakit jantung dapat
    dikembangkan dengan maksimal.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi