Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Evaluasi Keberlanjutan Pengelolaan SANIMAS SPALD-T di Kota Bandung


ABSTRAK
Pada Tahun 2022 Kota Bandung telah mendeklarasikan 100% ODF (Open
Defecation Free) sebagaimana telah ditempuh sejak dimulai ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    MIL768MIL768Perpustakaan Sekolah Pascasarjana (1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Sekolah Pascasarjana
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    MIL768
    Penerbit : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    MIL768
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Pada Tahun 2022 Kota Bandung telah mendeklarasikan 100% ODF (Open
    Defecation Free) sebagaimana telah ditempuh sejak dimulai tahun 2015 melalui
    sejumlah program yang salah satunya Program Sanitasi Berbasis Masyarakat
    (SANIMAS), yang saat ini masih menjadi alternatif Sistem Pengelolaan Air
    Limbah Domestik Terpusat. Namun demikian tren pembangunan sistem
    desentralisasi menghadapi isu keberfungsian dan keberlanjutan dari prasarana
    terbangun. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh status keberlanjutan
    pengelolaan SANIMAS SPALD-T dan untuk merumuskan rekomendasi
    pengelolaan SANIMAS SPALD-T yang lebih berkelanjutan. Penelitian
    dilaksanakan di 33 Kelurahan di Kota Bandung. Pengumpulan data primer
    diperoleh melalui wawancara kepada 33 Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara
    (KPP) dan sedangkan data sekunder digunakan untuk mendukung data primer yang
    diperoleh dari berbagai sumber. Berdasarkan data tersebut kemudian dianalisis
    tingkat keberlanjutan menggunakan analisis MDS RAPFISH, Monte Carlo, dan
    Leverage, secara multidimensi berdasarkan delapan dimensi keberlanjutan. Hasil
    analisis kemudian dikombinasikan dengan hasil wawancara mendalam kepada
    sejumlah pakar sehingga kemudian dirumuskan rekomendasi pengelolaan
    SANIMAS SPALD-T yang lebih berkelanjutan. Hasil penelitian menyimpulkan
    bahwa terdapat dua dimensi yang terkategori berkelanjutan yaitu dimensi teknis
    (100%) dan dimensi kesehatan lingkungan dan perilaku kesehatan (79,226%). Pada
    kategori cukup berkelanjutan terdapat satu dimensi, yaitu dimensi keterlibatan
    masyarakat (64,651%). Sementara itu terdapat empat dimensi terkategori kurang
    berkelanjutan yaitu dimensi lingkungan (49,405%), institusi (35,056%), sosial
    (32,161%), dan dimensi peraturan dan komitmen politik (49,809%). Adapun
    dimensi yang terkategori tidak berkelanjutan adalah dimensi pembiayaan (0,426%).
    Berdasarkan kondisi tersebut peneliti merekomendasikan upaya peningkatan
    keberlanjutan kepada KPP melalui pelibatan aktif kaum perempuan/ibu dalam
    pengelolaan SANIMAS SPALD-T. Peneliti juga merekomendasikan kepada
    Pemerintah Kota untuk : 1). Menginisiasi dan memfasilitasi pembentukan asosiasi
    KPP, 2). melibatkan asosiasi KPP pada setiap fase SVC (Sanitation Value Chain),
    3). melaksanakan pembinaan dan pendampingan dalam pengelolaan SANIMAS
    SPALD-T. Selain itu peneliti juga merekomendasikan kepada Pemerintah Pusat
    untuk : 1). menyusun mekanisme perbaikan infrastruktur SANIMAS SPALD-T
    ataupun pemberian bantuan perbaikan dari Pemerintah, 2). menyiapkan pedoman
    standar revitalisasi SANIMAS SPALD-T, 3). pengintegrasian lokus program
    SANIMAS dengan Program PAMSIMAS; 4). mengevaluasi kelayakan
    penyelenggaraan jaringan perpipaan di tepi sungai, saluran, brandgang.
    Kata Kunci : BABS, ODF, Keberlanjutan, RAPFISH, SANIMAS
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi