
Text
Evaluasi Dampak Lingkungan Pada Kegiatan Pertambangan Bijih Nikel Pt Bintangdelapan Mineral Dengan Pendekatan Life Cycle Assessment
ABSTRAK
Aktivitas manusia semakin mudah dengan bantuan mesin dan peralatan yang menggunakan sumber energi bahan bakar minyak. Penggunaan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan MIL767 MIL767 Perpustakaan Sekolah Pascasarjana (1) Tersedia -
Perpustakaan Sekolah PascasarjanaJudul Seri -No. Panggil MIL767Penerbit : Bandung., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi MIL767Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
ABSTRAK
Aktivitas manusia semakin mudah dengan bantuan mesin dan peralatan yang menggunakan sumber energi bahan bakar minyak. Penggunaan peralatan tersebut juga terdapat dalam industri pertambangan bijih nikel dengan pemakaian excavator, bulldozer, grader, dump truck dan juga kendaraan penunjang aktivitas pertambangan lainnya. Namun penggunaan peralatan berbahan bakar minyak menghasilkan emisi gas rumah kaca yang memberikan dampak lingkungan menurunnya kualitas udara. Gas rumah kaca ini akan terlepas ke atmosfer dan memberikan dampak turunan menyebabkan global warming, ozon depletion, dan terrestrial acidification. Selain itu juga terdapat isu krisis energi dimana energi fosil semakin menipis ketersediaannya. Penelitian dilakukan pada pertambangan bijih nikel PT Bintangdelapan Mineral yang terletak di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Kajian yang dilakukan adalah melakukan penilaian siklus hidup pertambangan dengan bantuan software openLCA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pertambangan bijih nikel di PT Bintangdelapan Mineral masih menggunakan sumber energi utama bahan bakar minyak dalam operasi pertambangannya. Kesimpulan yang diperoleh dari penggunaan bahan bakar minyak tersebut akan menghasilkan potensi dampak global warming 5,004 kg CO2 eq, stratospheric ozone depletion 2,8314 x 10-4 kg CFC11 eq, terrestrial acidification 2,368 x 10-2 kg SO2 eq, dan marine eutrophication 2,4 x 10-4 kg N eq untuk setiap ton bijih nikel yang telah ditambang. Dampak langsung tersebut dapat mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan dan kesehatan manusia dalam jangka panjang ke depan. Upaya menurunkan dampak lingkungan dan krisis bahan bakar minyak harus dilakukan dengan tanpa mengganggu kegiatan pertambangan. Salah satu alternatif yang dapat dilaksanakan dengan mengubah sumber energi alat angkut dari truk berbahan bakar minyak menjadi truk listrik bertenaga baterai. Kendaraan listrik saat ini dipercaya sebagai alternatif energi bersih, menjadi solusi menurunkan emisi gas rumah kaca dari penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak.
Kata kunci: pertambangan, bahan bakar minyak, emisi, nikel, openLCA
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






