Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

TINJAUAN STATUS HUKUM DAN AKTIVITAS WAHANA TANPA AWAK BAWAH AIR (AUTONOMOUS UNDERWATER VEHICLE) BERDASARKAN REZIM RISET ILMIAH KELAUTAN DALAM HUKUM LAUT INTERNASIONAL


Dalam beberapa dekade terakhir terdapat perkembangan signifikan
dalam teknologi platform yang digunakan dalam melakukan riset ilmiah

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    007/2020007/2020Perpustakaan Prodi S1 FH Unpad JatinangorTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    007/2020
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Dalam beberapa dekade terakhir terdapat perkembangan signifikan
    dalam teknologi platform yang digunakan dalam melakukan riset ilmiah
    kelautan, khususnya suatu wahana tanpa awak yang dapat beroperasi
    secara otonom. Autonomous Underwater Vehicle (AUV) adalah salah satu
    wahana yang dapat dioperasikan di bawah air dan dapat beroperasi tanpa
    awak secara sebagian atau sepenuhnya. Perkembangan teknologi ini
    namun belum didukung kerangka hukum internasional yang secara khusus
    mengakomodir aktivitas AUV. United Nations Convention on the Law of the
    Sea (UNCLOS) juga tidak mengatur aktivitas platform yang bergerak
    secara nirawak seperti AUV. Terdapat praktik negara yang menerapkan
    rezim Bab XIII Marine Scientific Research (MSR) UNCLOS terhadap
    aktivitas AUV. Namun, aplikabilitas rezim MSR terhadap semua aktivitas
    pengumpulan kelautan pun saat ini masih menimbulkan perdebatan.
    Sedangkan, AUV juga digunakan negara-negara untuk aktivitas selain riset
    ilmiah kelautan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan
    hukum internasional terkait rezim riset ilmiah kelautan terhadap aktivitas
    AUV.
    Penulis menggunakan metode penelitian yuridis normatif untuk
    menjawab permasalahan dalam skripsi ini dengan menitikberatkan pada
    penelitian kepustakaan atau data sekunder dengan pendekatan asas-asas
    hukum dan perbandingan hukum dan studi lapangan. Penulis juga
    menggunakan metode analitis dekriptif.
    Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa rezim MSR saat
    ini tidak mudah untuk diaplikasikan terhadap aktivitas AUV karena rezim
    MSR saat ini belum dapat menjawab berbagai permasalahan yang muncul
    dalam penggunaan AUV. Permasalahan yang muncul di antaranya adalah
    penentuan ruang lingkup aktivitas dan status hukum AUV, perizinan negara
    pantai, serta pertanggungjawaban negara. Maka, diperlukan alternatif
    penyelesaian permasalahan tersebut untuk menangani tidak adanya
    kerangka hukum yang khusus mengatur AUV saat ini.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi