Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Dan Fraksi Ekstrak Daun Senggani (Melastoma Malabathricum Linn.) Terhadap Staphylococcus Aureus, Escherichia Coli, Dan Bacillus Cereus Dengan Metode Difusi Agar


Telah dilakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi ekstrak daun senggani (Melastoma malabathricum Linn.) terhadap Staphylococcus ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021061000093Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    1748
    Penerbit : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    1748
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Telah dilakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi ekstrak daun senggani (Melastoma malabathricum Linn.) terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus cereus dengan metode difusi agar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 50 % ekstrak metanol, fraksi etil asetat, dan fraksi air mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus cereus, sedangkan fraksi n-heksan hanya mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas antibakteri terbesar terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus cereus dibandingkan dengan fraksi n-heksan dan fraksi air. Konsentrasi hambat minimum fraksi etil asetat untuk Staphylococcus aureus antara 1,56 - 0,78 %, untuk Escherichia coli antara 50 - 25 %, dan untuk Bacillus cereus antara 0,78 - 0,39 %. Nilai banding fraksi etil asetat pada konsentrasi 5.105 ppm dengan tetrasiklin HCl terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus cereus berturut-turut adalah sebesar 1 : 8,14.10-4; 1 : 2,51.10-4; dan 1 : 4,12.10-4.
    Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol mengandung senyawa tanin, flavonoid, steroid, saponin, dan kuinon, sedangkan fraksi etil asetat mengandung senyawa tanin, flavonoid, steroid, dan kuinon. Hasil kromatografi lapis tipis dengan pengembang kloroform - etil asetat (2:3) dan penampak bercak asam sulfat 10 % dalam etanol menunjukkan bahwa fraksi etil asetat menghasilkan sembilan bercak dengan nilai Rf 0,06; 0,09; 0,20; 0,28; 0,40; 0,49; 0,75; 0,89; dan 0,96.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi