Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis minima L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus, Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa Dengan Metode Difusi Agar


Telah dilakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi ekstrak daun ciplukan (Physalis minima L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021061000089Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    1743
    Penerbit : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    1743
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Telah dilakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi ekstrak daun ciplukan (Physalis minima L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa dengan metode difusi agar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa, fraksi heksan dan fraksi air memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus sedangkan fraksi etil asetat memberikan aktivitas antibakteri tertinggi terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa. Konsentrasi hambat minimum fraksi etil asetat terhadap bakteri Staphylococcus aureus terletak antara 12,5 - 6,25 %, sedangkan terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa terletak antara 50 - 25 %. Uji banding fraksi etil asetat pada konsentrasi 7,5 x 105 bpj dengan tetrasiklin HCl terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa berturut-turut adalah sebesar 1 : 2,14 x 10-4, 1 : 1,22 x 10-4 dan 1 : 5,99 x 10-4.
    Skrining fitokimia menunjukkan ekstrak metanol mengandung flavonoid, polifenol, monoterpenoid dan seskuiterpenoid, steroid, saponin dan kuinon, sedangkan fraksi etil asetat mengandung flavonoid, monoterpenoid dan seskuiterpenoid, dan steroid. Hasil kromatografi lapis tipis fraksi etil asetat dengan pengembang kloroform : etil asetat (2:3) memberikan 9 bercak dengan nilai Rf = 0,07; 0,15; 0,43; 0,47; 0,59; 0,64; 0,82; 0,88 dan 0,94.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi