Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

ANALISIS YURIDIS PENERAPAN HUKUMAN KEBIRI SEBAGAI ULTIMUM REMEDIUM DILIHAT DARI PERSPEKTIF HUKUM PIDANA DAN HUKUM ISLAM


ANALISIS YURIDIS PENERAPAN HUKUMAN KEBIRI SEBAGAI ULTIMUM REMEDIUMDILIHAT DARI PERSPEKTIF HUKUM PIDANA DAN HUKUM ISLAMABSTRAKFAHMI ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    186/2019Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    186/2019
    Penerbit Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    186/2019
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ANALISIS YURIDIS PENERAPAN HUKUMAN KEBIRI SEBAGAI ULTIMUM REMEDIUMDILIHAT DARI PERSPEKTIF HUKUM PIDANA DAN HUKUM ISLAMABSTRAKFAHMI REFRIZAL110110140173Hukuman kebiri kimiawi terhadap perbuatan kejahatan seksual pada anak merupakan sanksi baruyang diatur di dalam Pasal 81 ayat (7) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-UndangTugas akhir ini menganalisis kedudukan hukuman kebiri kimiawi berdasarkan perspektif hukum pidana dan hukum islam, serta tindakanuntuk dapat dilaksanakannnya hukuman kebiri berdasarkan teori penegakan hukum yang dikaitkan dengan asas ultimum remedium, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami kedudukanhukuman kebiri berdasarkan perspektif hukum pidana dan hukum islamserta memahami dan menemukan upaya yang dapat dilakukan agar dapat dilaksanakannya hukuman kebiri berdasarkanasas ultimum remedium.Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif yang bersifat content analysis (analisis isi) dan komparatif. Sumber primer penelitian ini adalah peraturan Perundang-Undangan Perlindungan Anak dan menggunakan sumber sekunder yang berupa buku yang berkaitan dengan sanksi kebiri dan perlindungan anak. Selain itu data tambahan lainnya didapatkan dengan wawancara dari para praktisi dan akademisi yang berkaitan dengan penelitian ini. Data yang berkaitan tersebut diteliti dan deskripsikan dengan cara sistematis dan objektif.Berdasarkan hasil penelitian dikatahui, Sanksi kebiri kimiawi kedudukannya dapat disamakan dengan jarimahtakzirdalam hukum islam.Sanksi kebiri kimiawi oleh pemerintah digunakan sebagai Premium Remedium, Padahal pelaku kekerasan seksual pada anak belum tentu pedofilia. Apabila hukuman kebiri kimiawi dijatuhkan kepada pelaku yang tidak mengidap pedofilia akan bertentangan dengan apa yang dicita-citakan dari sanksi tindakan yaitu untuk rehabilitasi/pengobatan.Upaya hukuman kebiri kimiawi untuk dapat diterapkan secara efektif, yaituhukuman kebiri kimiawiditerapkan sebagai Ultimum Remediumyang bersifat fakultatif/relatif kepada pelaku kejahatan seksual pada anak yang telah dibuktikan oleh ahli bahwa pelaku adalahseorang pedofilia, agar sesuai dengan apa yang dicita-citakan olehsanksi tindakan dalam UU No. 17 Tahun 2016.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi