Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

TINJAUAN YURIDIS INDEPENDENSI KURATOR BERSTATUS TERSANGKA DALAM KASUS PENGURUSAN DAN PEMBERESAN HARTA PAILIT PT. MERANTI MARITIME DENGAN PT MAYBANK DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO. 37 TAHUN 2004 TENTAN KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG


TINJAUAN YURIDIS INDEPENDENSI KURATOR BERSTATUS TERSANGKA DALAM KASUS PENGURUSAN DAN PEMBERESAN HARTA PAILIT PT. MERANTI MARITIMEDENGAN PT MAYBANK ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    182/2019182/2019Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    182/2019
    Penerbit Fakultas Hukum Padjadjaran : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    182/2019
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • TINJAUAN YURIDIS INDEPENDENSI KURATOR BERSTATUS TERSANGKA DALAM KASUS PENGURUSAN DAN PEMBERESAN HARTA PAILIT PT. MERANTI MARITIMEDENGAN PT MAYBANK DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO. 37 TAHUN 2004 TENTANG KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANGABSTRAKAlfrido Victor Simanungkalit110110120135Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 tentang kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang mengamanatkan bahwa seorang kurator harus independen dalam mengurus dan membereskan harta pailit debitor. Pada kasus kepailitan PT. Meranti Maritime sebagai debitor merasa bahwa kurator tidak independen dalam menjalankan tugasnya, sehingga atas hal tersebut debitor melaporkan perbuatan kurator kepada pihak penyidik kepolisian. Penyidik kemudian menetapkan status kurator sebagai tersangka. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Undang-Undang kepailitan mengatur independensi kurator dalam proses kepailitan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tindakan hukum apa saja yang dapat dilakukan oleh debitor yang merasa haknya dirugikan atas kesalahan kurator dalam proses kepailitan.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian secara deskriptif analistis yang mempelajari dan meneliti Independensi pengurus dalam proses PKPU dan kurator dalam proses kepailitan. Tahapan penelitian terdiri dari penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan guna mendukung data lapangan. Selanjutnya metode analisis data yang digunakan ialah yuridis kualitatif guna menemukan kejelasan atas pokok permasalahan yang ada.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pertama telah terjadi bias penafsiran dalam Undang-Undang, sehingga perlu dirumuskan sebuah tolok ukur independensi, yang dapat dijadikan pedoman baik bagi kurator dalam melaksanakan tugas pemberesan terhadap harta pailit, maupun bagi aparat penegak hukum (polisi, jaksa, pengacara, dan hakim) dalam hal menangani perkarayang melibatkan kurator. Kedua, tindakan hukum yang dapat dilakukan debitor selain mengajukan permohonan penggantian kurator adalah tuntutan hukum. Tuntutan hukum terhadap profesionalisme kurator diajukan atas dasar adanya kesalahan dalam menjalankan profesi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi