<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="29568">
 <titleInfo>
  <title>Triterpenoid yang bersifat antimalaria dari tumbuhan meliaceae Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dr.Desi Harneti Putri Huspa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>ix,;85 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tiga ratus sampai lima ratus juta manusia di dunia termasuk Indonesia, &#13;
terserang penyakit malaria setiap tahunnya (Trigg and Kondrachine, 1998). Oleh &#13;
sebab itu pencarian obat antimalaria barn menjadi prioritas seiring dengan &#13;
kemampuan paras it malaria untuk resistensi terhadap obat yang biasa digunakan. &#13;
Pencarian obat antimalaria barn dari bahan alam, seperti dari ekstrak tanaman, &#13;
secara umum menggunakan uji in vitro dan in vivo. Uji antimalaria secara in vitro &#13;
pada umumnya dilakukan terhadap Plasmodiumfalcifarum dalam kultur (Mun'oz &#13;
et al., 2000). Selama ini, malaria diidentikkan dengan pil kina, padahal masih &#13;
banyak jenis tanaman lain yang berpotensi mengobati malaria. Tanaman Toona &#13;
sureni (e. febrifuga), T. sinensis (e. serrata), Aglaia smithii, dan L. domesticum &#13;
var. kokosan adalah tanaman obat yang termasuk keluarga Meliaceae yang secara &#13;
tradisional dikenal oleh masyarakat lokal sebagai pengobatan antimalaria atau &#13;
demam, (Djaman, 2002). Fokus penelitian ini adalah memperoleh data/informasi &#13;
tentang aktivitas antimalaria ekstrak kulit batang tanaman T. sureni, T. sinensis, &#13;
A. smithii, dan L. domesticum var kokosan dan mendapatkan senyawa triterpenoid &#13;
dari kulit batang tanaman T. sureni, T. sinensis, A. smithii, dan L. domesticum &#13;
var kokosan dan aktivitas anti plasmodium secara in vitro terhadap P. falciparum. &#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian di laboratorium &#13;
dengan urutan kerja: ekstraksi, fraksionasi, uji hayati pemandu antimalaria, &#13;
pemisahan dan pemurnian dan penetapan struktur. Cuplikan tanaman segar &#13;
(masing-masing 5 kg) diekstraksi dengan metanol tiga kali berturut-turut (3 x 10 &#13;
L), Ekstraksi dilakukan dengan cara perkolasi, dan setiap perkolasi dilakukan &#13;
selama 24 jam pada suhu kamar. Ekstrak diuapkan di bawah tekanan vakum pada &#13;
temperatur kurang dari 40°C hingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak ini akan &#13;
diuji aktivitas antimalarianya secara in vitro. Apabila menunjukkan aktivitas, &#13;
ekstrak tersebut difraksionasi berdasarkan tingkat kepolaran pelarut, dan setiap &#13;
fraksi diuji aktivitas plasmodialnya dan uji kimia dengan pereakasi Lieberman­ &#13;
Burchard (penanda triterpen). Pengujian diteruskan terhadap fraksi-fraksi hingga &#13;
diperoleh fraksi yang diduga mengandung senyawa aktif Isolasi senyawa aktif &#13;
dilakukan dengan menggunakan metoda kromatografi meliputi, kolom &#13;
kromatografi pada fasa diam silika gel dan ODS, preparativ kromatografi lapis, &#13;
tipis. Uji antimalaria dilakukan secara in vitro terhadap P. falciparum strain &#13;
FCR-3/A dan Kl yang resisten klorokuin dan strain 3DlO dan 3D7 yang sensitif &#13;
klorokuin. Penentuan struktur isolat secara kimia maupun fisiko-kimia &#13;
(spektroskopi UV, JR, NMR, MS.). Hasil uji aktivitas antimalaria ekstrak metanol &#13;
kulit batang A.smithii, biji kokosan, T. sinensis, dan T. sureni secara in vitro &#13;
terhadapP.falciparum strain 3D7 menunjukkan nilai ICso masing-masing&gt;60, 42, &#13;
40, dan 38 ug/ml., Telah berhasil diisolasi senyawa golongan triterpenoid dari &#13;
tanaman Meliaceae Indonesia sebagai berikut kokosanolida A (Ll), 8,14- &#13;
secogammacera-7, 14-dien- 3 ,21-dion (Tl), Campuran 8,14-secogammacera­ &#13;
'7, 14(27)-dien-3 ,21-dion (a, y-onoceradiendion) dan 8, 14-secogammacera-7, 14- &#13;
dien-3,21-dion (y-onoceradiendion) (T3) dari L.domesticum var kokosan; &#13;
glikosida triterpenoid (.J1) dari T. sureni; triterpenoid golongan damaran Ml, &#13;
DUI dan aglinin A (J3) dari Asmithii. Hasil uji aktivitas antimalaria semua &#13;
isolate kecuali DUI dan aglinin A secara in vitro terhadap P. falciparum strain &#13;
3D7 menunjukkan nilai ICso&gt; 60 ug/ml., &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Dr.Desi Harneti Putri Huspa</note>
 <subject authority="">
  <topic>ratus sampai lima ratus juta manusia di dunia term</topic>
 </subject>
 <classification>615.321 Tri</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>615.321 Tri/R.62.77</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001090900124</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.62,77)</sublocation>
    <shelfLocator>615.321 Tri/R.62.77</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>29568</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 00:28:56</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-20 13:25:56</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>