Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PEMBANGUNAN RESTORAN AYAM GORENG DI ATAS TANAH YANG BERKEPEMILIKAN GANDA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1960 TENTANG PERATURAN DASAR POKOK-POKOK AGRARIA


ANALISIS YURIDIS TERHADAP PEMBANGUNAN RESTORAN AYAM
GORENG DI ATAS TANAH YANG BERKEPEMILIKAN GANDA
DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 5 ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    156/2019156/2019Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    156/2019
    Penerbit Fakultah Hukum Universitas Padjadjaran : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    156/2019
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ANALISIS YURIDIS TERHADAP PEMBANGUNAN RESTORAN AYAM
    GORENG DI ATAS TANAH YANG BERKEPEMILIKAN GANDA
    DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1960 TENTANG
    PERATURAN DASAR POKOK-POKOK AGRARIA
    Dimas Muhammad Alfian
    110110140213
    ABSTRAK
    Tanah girik adalah sebutan untuk tanah adat yang merupakan surat
    pajak hasil bumi/verponding sebelum diberlakukannya Undang-Undang
    Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria
    (UUPA). Setelah diberlakukannya UUPA, tanah girik harus didaftarkan
    terlebih dahulu di kantor pertanahan setempat sehingga dapat
    diterbitkannya surat bukti kepemilikan yang kuat, sah dan diakui oleh
    UUPA itu sendiri yaitu sertifikat yang memiliki status hak tertentu (Hak
    Guna Bangunan, Hak Guna Usaha, Hak Pakai, Hak Milik). Apabila suatu
    tanah girik tidak segera dilakukan konversi menjadi sertifikat akan
    menimbulkan suatu kondisi yang rawan akan terjadinya berbagai
    permasalahan seperti perebutan hak kepemilikan, penyerobotan, hingga
    kecurangan dalam proses jual beli tanah. Seperti permasalahan
    penyerobotan hak milik yang dialami oleh Ny. Sugiarti karena tanah girik
    yang dimilikinya belum didaftarkan sehingga dirinya belum memiliki
    sertifikat hak milik sebagai alat pembuktian yang kuat. Tujuan penelitian
    ini adalah untuk mengetahui pihak yang paling berhak atas tanah yang
    disengketakan serta mengetahui perlindungan hukum atas para pihak
    berdasarkan hukum positif di Indonesia.
    Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis-Normatif,
    yang meneliti data sekunder dengan melakukan studi kepustakaan.
    Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder dengan
    menggunakan bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Penelitian ini
    bersifat deskriptif-analitis dengan data dianalisis dengan cara kualitatif.
    Melalui penelitian ini, dapat diketahui pihak yang paling berhak atas
    suatu tanah yang di atasnya telah dibangun restoran ayam goreng
    berdasarkan ketentuan yang diatur dalam UUPA dan Peraturan
    Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Serta
    perlindungan hukum bagi pemilik tanah adat yang belum melakukan
    pendaftaran tanah, yang kemudian terjadi permasalahan atas tanahnya.
    Bagi pihak yang merasa haknya dilanggar dapat mengajukan gugatan
    kepada Pengadilan Negeri dengan membuktikan bahwa dirinya adalah
    pihak yang paling berhak atas suatu tanah tersebut, selain itu dapat
    meminta pembatalan sertifikat hak kepada Badan Pertanahan Nasional, sesuai dengan UUPA dan PP No. 24 Tahun 1997
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi