Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

KEABSAHAN PENJUALAN TANAH TERHADAP HARTA BERSAMA DALAM HAL TERDAPAT SITUASI MAFQUD DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN DAN HUKUM ISLAM


Tiap manusia memiliki hasrat dan keinginan dalam dirinya untuk hidup
berkelompok dan berdampingan dengan orang lain. Hal tersebut ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    027/2019027/2019Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    027/2019
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi, 112 hal, 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tiap manusia memiliki hasrat dan keinginan dalam dirinya untuk hidup
    berkelompok dan berdampingan dengan orang lain. Hal tersebut diwujudkan
    dengan melaksanakan perkawinan antara seorang pria dan seorang wanita.
    Walaupun tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga yang bahgia dan
    kekal namun perjalanan dan fakta sejarah menunjukan bahwa tidak semua
    perkawinan berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapainya mengingat
    kenyataan menunjukan bahwa teramat banyak pasangan suami-istri yang
    perkawinananya “terpaksa” harus berakhir ditengah jalan, salah satu alasan
    perceraian adalah ditinggalkan pasangan untuk waktu yang sangat lama.
    Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menentukan keabsahan
    penjualan tanah harta bersama ketika terdapat situasi mafqud yang belum
    dilakukan pembagian harta.
    Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
    yuridis normative, yuridis normatif adalah pendekatan yang dilakukan
    berdasarkan bahan hukum utama dengan cara menelaah teori-teori, konsepkonsep,
    asas-asas hukum serta peraturan perundang-undangan yang
    behubungan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yakni dengan
    melalui studi kepustakaan dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan
    yuridis kualitatif, yaitu menjabarkan fakta berdasarkan hasil penelitian berupa
    penjelasan yang tidak berbentuk angka.
    Berdasarkan hasil penelitian ini maka tanah hasil harta bersama dalam
    perkawinan yang pasangannya dinyatakan mafqud apabila ingin dilakukan
    pemindahan hak maka harus terdapat putusan pengadilan terlebih dahulu
    terkait pembagian harta yang di dapatkan pasangan hidup. Apabila hakim
    telah memutus maka pihak pasangan yang memohonkan baru bisa
    menggunakan harta bersama tersebut setelah dibagi oleh pengadilan.
    Kata
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi