Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

GANTI RUGI TERHADAP KERUSAKAN LINGKUNGAN LAUT OLEH KAPAL ASING BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL (KASUS KAPAL MV CALEDONIAN SKY)


Perusakan lingkungan laut dewasa ini sering terjadi sehingga menjadi
sorotan
global
.
D
alam menjamin ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    396/2018396/2018Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    396/2018
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi, 90 hal, 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Perusakan lingkungan laut dewasa ini sering terjadi sehingga menjadi
    sorotan
    global
    .
    D
    alam menjamin kelestarian laut dibutuhkan peraturan yang
    dapat melindungi lingkungan laut, yaitu hukum laut internasional.
    Hukum laut
    internasiona
    l terus
    berkembang
    dan mengalami penyempurnaan dari waktu ke
    waktu
    .
    United Nations Convention on the
    Law of the Sea
    1982
    merupakan
    perjanjian internasional yang dihasilkan Konferensi
    PBB
    tentang Hukum Laut
    k
    etiga yang
    mengatur mengenai hukum
    perlindungan
    lingkungan laut dan
    tanggung jawab dalam penggunaan lautan
    .
    Rusaknya terumbu karang di Raja
    Ampat
    oleh kapal MV Caledonian Sky merupakan salah satu tindakan
    yang
    melawan hukum sehingga dibutuhkan tindakan menuntut ganti rugi
    .
    P
    enelitian
    ini
    bertujuan
    untuk mengetahui dan menganalisis
    pengaturan hukum
    internasional terkait pertanggungjawaban kerusakan l
    ingkungan laut akibat
    aktivitas kapal asing
    dan u
    paya hukum yang dapat dilakukan Indonesia untuk
    menuntut ganti rugi kerusakan lingkungan laut Raja Ampat oleh kapal MV
    Caledonian Sky
    .
    Metode pendekatan yang digunakan adalah melalui pendekatan secara
    yuridis normatif, yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti
    bahan pustaka atau data yang terkait dengan masalah lingkungan laut dan
    hukum lingkungan laut internasional. Penarikan kesimpulan dari hasil
    penelitian yang sudah terkumpul dilaku
    kan dengan normatif kualitatif, karena
    penelitian ini berdasarkan peraturan perundang
    -
    undangan yang ada sebagai
    hukum positif.
    Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
    :
    Pertama
    ,
    UNCLOS
    1982 mengatur perlindungan dan pelestarian lingkungan lau
    t dalam Bab XII
    UNCLOS 1982 yang disertai peraturan mengenai pertanggungjawaban ganti
    rugi
    dan
    Agenda 21
    turut mencantunkam
    mengenai tanggung jawab sesuai
    dengan Bab XII UNCLOS
    .
    P
    eraturan
    -
    peraturan tersebut harus didukung
    dengan sistem perundang
    -
    undangan n
    asional
    , dalam kasus ini yaitu UUPPLH.
    Kedua
    ,
    Indonesia bertanggungjawab
    untuk memastikan dibayarkannya
    kompensasi atas kerugian yang disebabkan oleh kegiatan di wilayah
    yurisdiksinya
    dengan
    menuntut pertanggungjawaban ganti rugi atas kerusakan
    lingkungan
    laut di Raja Ampat dengan penerapan
    Polluter Pays Principle
    dan
    Strict Liability
    yang tecantum dalam Agenda 2
    1, UU
    No. 32
    /
    2014
    ,
    Pasal 235
    UNCLOS 1982 dan Pasal 88 UUPPLH
    .
    Noble Caledonia Ltd beserta kapten
    kapal Keith Michael Taylor bertanggungjawab atas
    kerusakan lingkungan laut
    yang diakibatkan kandasnya Kapal MV Caledonian Sky di Raja Ampat
    sehingga dapat dikenakan sanksi
    perdata
    dan pidana.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi