Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA “ BEBILUCK ” YANG MENGANDUNG BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN COLIFORMS MELEBIHI AMBANG BATAS DITINJAU DARI UNDANG - UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2012 TEN TANG PANGAN DAN UNDANG - UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUN GAN KONSUMEN


Peredaran MP
-
ASI yang mengandung bakeri
e
scherichia
coli
dan
coliforms
dapat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    387/2108387/2108Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    387/2108
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    x, 87 hal, 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Peredaran MP
    -
    ASI yang mengandung bakeri
    e
    scherichia
    coli
    dan
    coliforms
    dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan konsumen yang
    mengkonsumsinya karena tidak memenuhi standar mutu, gizi dan keamanan
    pangan ya
    ng telah ditetapkan. Oleh karena itu tanggung jawab pelaku usaha
    merupakan kajian penting sebagai upaya bagi hukum perlindungan
    konsumen yang mengkonsumsi MP
    -
    ASI mengandung bakteri
    e
    scherichia
    coli
    dan
    coliforms
    atau dengan kata lain tidak memen
    uhi standar mutu, gizi dan
    keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung
    jawab pelaku usaha atas peredaran MP
    -
    ASI yang tidak m
    emenuhi standar
    mutu, gizi da keamanan pangan serta tindakan hukum yang da
    pat dilakukan
    konsumen yang dirugikan atas peredaran MP
    -
    ASI tersebut ditinjau dari
    Undang
    -
    Undang Nomor 18 ahun 2012 Tentang Pangan dan Undang
    -
    Undang
    Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
    Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis
    n
    ormatif
    dengan
    menitikberatkan kepada data sekunder. Spesifikasi penelitian yang
    digunakan adalah deskriptif analitis. Tahapan penelitian dilakukan melalui
    penelitian kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan adalah yuridis
    kualitatif.
    Hasil peneli
    tian menunjukkan bahwa tanggung jawab pelaku usaha di
    dalam UUPK menganut tanggung jawab dengan beban pembuktian terbalik,
    sedangkan berdasarkan UU Pangan tanggung jawab pelaku usaha lebih
    kepada sanksi
    administratif
    .
    Selain itu, UUPK mengena
    l 2 (dua) macam
    penyelesaian sengketa konsumen berdasarkan pilihan pihak yang
    bersengketa, yaitu dapat melalui Pengadilan dan di luar Pengadilan melalui
    alternati
    f penyelesaian sengketa lainnya termasuk Badan Penyelesaian
    Sengketa Konsumen (BP
    SK).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi