Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

PEMBERIAN GRASI OLEH PRESIDEN SEBAGAI HAK PREROGATIF DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA


G
rasi merupakan salah satu upaya yang dapat
diajukan oleh terpidana
kepada Presiden untuk meminta pengampunan atau ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    230/2018230/2018Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    230/2018
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi, 99 hal, 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • G
    rasi merupakan salah satu upaya yang dapat
    diajukan oleh terpidana
    kepada Presiden untuk meminta pengampunan atau pengurangan hukuman
    .
    Pemberian grasi oleh
    P
    residen
    sebagai hak prerogatif
    dalam sistem
    ketatanegaraan Indonesia masih banyak menimbulkan pers
    oalan
    . Pemberian
    grasi oleh Presiden diatur
    dalam Pasal 14 UUD 1945 setelah perubahan
    setelah memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung. Pengajuan
    permohonan grasi di Indonesia
    diatur dalam Undang
    -
    Undang No. 22 Tahun
    2002
    jo.
    Undang
    -
    Undang No. 5 Tahun 2010 tentang Grasi
    .
    Sebelum
    memberikan keputusan
    , Presiden harus memperhatikan pertimbangan dari
    Mahkamah Agung terlebih dahulu.
    Tujuan penelitian ini
    adalah
    u
    ntuk
    mengetahui dan memahami bahwa kekuasaan pemberian grasi oleh Presiden
    merupakan hak prerogatif Presiden dikaitkan dengan teori hak prerogati
    f
    dalam sistem ketatanegaraan Indonesia
    serta
    mengetahui
    dan memahami
    perkembangan pemberian
    grasi oleh Presiden
    yang ada di Indonesia
    dikaitkan dengan teori konstitusionalisme
    .
    Metode penelitian yang digunakan
    dalam penulisan skripsi ini adalah
    berupa pen
    dekatan yuridis
    normatif serta komparatif.
    Pendekatan yuridis
    normatif
    digunakan untuk
    menguji dan mengkaji data sekunder berupa hukum
    positif, asas
    -
    asas hukum, serta kaidah
    -
    kaidah hukum yang berhubungan
    dengan hak prerogatif dalam pemberian grasi oleh Pre
    siden.
    Sedangkan
    pendekatan komparatif
    digunakan
    untuk memperoleh kesamaan dan
    perbedaan
    perbandingan antara pemberian grasi atau
    pardoning power
    yang
    ada di Inggris dan Amerika Serikat.
    B
    erdasarkan analisis karakter dari hak prerogatif,
    karakter
    yang
    merupakan
    hak
    yang
    sifatnya
    istimewa,
    yang
    seakan
    -
    akan
    mengesampingkan proses peradilan dan mengubah putusan pengadilan,
    adalah
    karakter yang tepat bahwa pemberian grasi masih layak disebut
    sebagai hak prerogatif presiden serta p
    erkembangan pemberian grasi
    oleh
    presiden di Indonesia mulai dari UUD 1945 sampai sekarang telah sampai
    pada mekanisme pembatasan kekuasaan. Mekanisme pembatasan yang
    dimaksud disini adalah
    adanya pengaturan pemberian grasi dalam undang
    -
    undang tentang Grasi dan konstitusi dalam Pasa
    l 14 UUD 1945, terdapat
    pembatasan tenggang waktu bagi Presiden memberikan keputusan selama
    maksimal 3 bulan setelah menerima permohonan, serta
    apabila dahulu
    pemberian grasi bebas di tangan Presiden sebagai kepala negara,
    namun
    sekarang harus memperhatika
    n pertimbangan dari Mahkamah Agun
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi