Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Tinjauan Hukum Pemberian Mahar Nikah yang di serahkan kepada calon istri oleh calon suami tidak sesuai dengan yang tercantum dalam surat nikah menurut hukum islam dikaitkan dengan instruksi persiden nomor 1 tahun 1991 tentang konpilasi hukum


Manusia sebagai
makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang diberi
kelebihan berupa akal dan pikiran. Sudah menjadi kodrat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    219/2018219/2018Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    219/2018
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 87 hal,30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Manusia sebagai
    makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang diberi
    kelebihan berupa akal dan pikiran. Sudah menjadi kodrat alam, sejak dilahirkan
    manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya didalam suatu pergaulan
    hidup. Dewasa ini penyerahan mahar yang ditangguhkan
    seringkali tidak ditulis
    dalam akta nikah karena dianggap pasti akan dilunasi oleh calon suami di
    kemudian hari, padahal Kompilasi Hukum Islam sudah mengatur hal itu. Mahar
    yang ditangguhkan namun tidak dicatatkan dalam akta nikah jelas akan
    mempersulit ca
    lon istri untuk mendapatkan haknya apabila terjadi perceraian di
    kemudian hari, apalagi bila calon suami tidak memiliki itikad baik untuk
    melunasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran
    perlindungan hukum bagi istri atas mahar dal
    am suatu perkawinan yang tidak
    sesuai dengan pencatatan berdasarkan Hukum Islam dikaitkan dengan
    Kompilasi Hukum Islam dan untuk memperoleh kepastian hukum mengenai hak
    istri atas mahar yang tidak sesuai dengan yang tercatat dalam perkawinan
    berdasarkan Hu
    kum Islam dikaitkan dengan Kompilasi Hukum Islam.
    Dalam penelitian ini, Metode penulisan yang penulis kaji berdasarkan
    hasil penelitian dapat menggunakan berdasarkan pendekatan yuridis normatif,
    yaitu suatu pendekatan yang mengkaji, menguji dan menerapka
    n asas
    -
    asas
    hukum dan sistem perkawinan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara
    mengumpulkan, meneliti, dan mengkaji berbagai bahan pustaka (data sekunder)
    baik berupa bahan hukum primer, sekunder, maupun tersier, yang menyangkut
    tentang Pemberian Mahar Ni
    kah Tidak Sesuai Dengan Yang Tercantum Dalam
    Surat Nikah.
    Terdapat hal
    -
    hal yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini, pertama
    Mahar yang belum diberikan walaupun sudah tertulis dalam buku nikah secara
    tunai tetap menjadi hak Istri. Pasal 1 huruf (d)
    yang menyebutkan Mahar adalah
    pemberian dari calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita, baik
    berbentuk barang, uang atau jasa yang tidak bertentangan dengan hukum Islam.
    Aturan tentang mahar di KHI pada pasal 30 sampai 38 secara tertulis memang
    tid
    ak ada yang mengatur mengenai mahar yang diberikan tidak sesuai dengan
    yang tercatat, namun secara tidak tertulis bahwa dalam kejadian tersebut ada
    hak perempuan yang tidak diberikan sepenuhnya dan sampai kapanpun harus
    diberikan kepada Istri sekalipun tel
    ah bercerai. Kedua, Akibat hukum untuk suami
    atas mahar yang diberikan tidak sesuai dengan yang tercatat berdasarkan
    Kompilasi Hukum Islam tidak diatur secara jelas namun menurut hukum islam di
    dalam kejadian tersebut ada unsur pengingkaran dari suami atas
    janji yang
    menjadikan mahar tersebut menjadi hutang suami dan harus dibayarkan oleh
    suami. Dan apabila suami yang sengaja tidak mau membayar utang hukumnya
    adalah Haram berdosa, orang tersebut dikatagorikan
    Fasi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi