Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

TINJAUAN YURIDIS KRIMINOLOGIS PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA OLEH OKNUM TNI DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA


Tindak pidana penyalahgunaan narkotika merupakan tindak pidana
yang masih sulit untuk ditanggulangi dan meningkat setiap tahunnya.

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    159/2018159/2018Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    159/2018
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 130 hal, 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tindak pidana penyalahgunaan narkotika merupakan tindak pidana
    yang masih sulit untuk ditanggulangi dan meningkat setiap tahunnya.
    Penyalahgunaan narkotika tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat
    sipil namun juga di lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Dari data yang
    didapat, angka penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh oknum
    TNI setiap tahun juga mengalami peningkatan. TNI sebagai garda
    terdepan dalam pertahanan dan keamanan Negara seharusnya mampu
    menjaga Negara dari berbagai ancaman yang dapat merusak kestabilan
    negara, bukan menjadi oknum yang menyalahgunakan narkotika.
    Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis akan meneliti 2 (dua) pokok
    permasalahan, pertama, bagaimanakah reaksi sosial terhadap oknum TNI
    yang terlibat penyalahgunaan narkotika dan kedua, bagaimanakah upaya
    efektif untuk menanggulangi penyalahgunaan narkotika di lingkungan TNI.
    Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode pendekatan
    yuridis normatif dan juga pendekatan kriminologis. Pendekatan yuridis
    normatif dilakukan terhadap asas hukum dengan menggunakan data
    sekunder berupa sumber kepustakaan, serta dibantu dengan data
    lapangan. Kemudian pendekatan kriminologis dilakukan untuk meneliti
    reaksi sosial serta upaya efektif untuk menanggulangi penyalahgunaan
    narkotika oleh oknum TNI.
    Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada beberapa reaksi
    sosial terhadap oknum TNI yang menggunakan narkotika. Reaksi
    pertama dari pemerintah dengan memberikan pidana sesuai undang –
    undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Kedua,reaksi dari
    instansi militer berupa penyuluhan, pembinaan mental dan test urine
    dadakan, juga pemberian pidana tambahan pemecatan. Ketiga, reaksi
    dari anggota TNI lainnya berupa pengasingan. Keempat, dari masyarakat
    yaitu dengan bersifat apatis terhadap oknum TNI tersebut. Namun reaksi
    tersebut tidak bisa menekan angka penyalahgunaan narkotika di
    lingkungan TNI disebabkan berbagai faktor. Upaya efektif untuk
    menanggulangi penyalahgunaan narkotika tersebut diantaranya dengan
    meningkatkan Personal control setiap prajurit TNI agar mereka mampu
    menahan dirinya untuk tidak terlibat penyalahgunaan narkotika. Social
    control berupa berbagai upaya yang telah dibuat oleh pemerintah, institusi
    militer serta masyarakat juga perlu ditingkatkan, serta harus diberikannya
    upaya rehabilitasi dan tidak diberikan pidana tambahan berupa
    pemecatan. Metode yang dapat dilakukan sebagai upaya
    penanggulangan adalah represif, preventif, dan rehabilitatif.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi