Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

PERLINDUNGAN HAK MEREK ATAS MEREK YANG SEDANG DALAM PROSES PENDAFTARAN DALAM PERJANJIAN WARALABA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 42 TAHUN 2007 TENTANG WARALABA


Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 tentang Waralaba (PP
Waralaba) mengatur bahwa salah satu kriteria dari usaha waralaba adalah

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    136/2018136/2018Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    136/2018
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    iii, 102 hal, 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 tentang Waralaba (PP
    Waralaba) mengatur bahwa salah satu kriteria dari usaha waralaba adalah
    memiliki HKI yang terdaftar, yakni HKI yang telah memiliki sertifikat atau
    sedang dalam proses pendaftaran di instansi yang berwenang. Namun hal ini
    bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek
    dan Indikasi Geografis (UU Merek) yang mengatur bahwa merek terdaftar
    adalah merek yang telah melalui seluruh proses pemeriksaan dan telah
    mendapatkan sertifikat. UU Merek hanya memberikan perlindungan kepada
    pemilik merek terdaftar dan berdasarkan Pasal 42 UU Merek, merek yang
    dapat dilisensikan adalah merek yang sudah terdaftar. Tujuan dari penulisan
    tugas akhir ini adalah untuk mengetahui status perlindungan atas merek yang
    sedang dalam proses pendaftaran serta untuk mengetahui akibat hukum
    terhadap perjanjian waralaba yang telah disepakati oleh Pemilik Waralaba
    dengan Penerima Waralaba.
    Spesifikasi penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah
    deskriptif analitis dan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif.
    Data diperoleh dari studi kepustakaan yang merupakan data sekunder
    meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum
    tersier, yang dilengkapi dengan data primer.
    Hasil dari penelitian ini dibagi ke dalam dua kesimpulan. Pertama,
    merek yang sedang dalam proses pendaftaran tidak mendapatkan
    perlindungan berdasarkan UU Merek. Kedua, akibat hukum terhadap
    perjanjian waralaba yang telah disepakati adalah batal demi hukum karena
    tindakan memberi lisensi atas merek yang masih dalam proses pendaftaran
    adalah tindakan yang melanggar ketentuan dalam UU Merek, maka
    berdasarkan Pasal 1320 KUH Perdata, perjanjian tersebut tidak memenuhi
    syarat keempat dari suatu perjanjian, yaitu tidak memenuhi kausa yang halal.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi