Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

TINJAUAN HUKUM ATAS PERJANJIAN GADAI TANAH PERTANIAN YANG TIDAK SESUAI DENGAN UU NOMOR 5 TAHUN 1960 TENTANG PERATURAN DASAR POKOK-POKOK AGRARIA DAN UU NOMOR 56 PRP. TAHUN 1960 TENTANG PENETAPAN LUAS TANAH PERTANIAN PADA MASYARAKAT DESA EMPLAK, PANGANDARAN, JAWA BARAT


khususnya masyarakat Desa Emplak, Pangandaran, Jawa Barat, selama
ini berprinsip pada sifat baik masyarakat Indonesia, yaitu adanya unsur ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    117/2018117/2018Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    117/2018
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 100 hal, 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • khususnya masyarakat Desa Emplak, Pangandaran, Jawa Barat, selama
    ini berprinsip pada sifat baik masyarakat Indonesia, yaitu adanya unsur hendak
    menolong kepada yang memerlukan bantuan. Namun dalam prakteknya,
    masih banyak tindakan-tindakan dalam gadai tanah yang justru merugikan
    salah satu pihak yang melakukan perjanjian gadai. Keberadaan Undangundang
    No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan-Peraturan Dasar Pokok-pokok
    Agraria dan Undang-undang No. 56 Prp. Tahun 1960 Tentang Penetapan Luas
    Tanah Pertanian yang mengatur permasalahan gadai tanah pertanian masih
    belum disadari dan diketahui oleh masyarakat-masyarakat adat.
    Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis
    (empiris) yakni penelitian terhadap masalah dengan melihat dan
    memperhatikan norma hukum yang berlaku dihubungkan dengan fakta-fakta
    yang ada dari permasalahan yang ditemui dalam penelitian dan juga dengan
    metode pendekatan yuridis normatif atau penelitian hukum kepustakaan atau
    penelitian hukum doktrinal yang dapat diartikan sebagai penelitian hukum
    dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Spesifikasi penelitian
    berupa deskriptif analitis melalui penelitian kepustakaan dengan
    menggunakan studi dokumen dari perpustakaan Cisral Unpad dan
    Perpustakaan Fakultas Hukum Unpad serta penelitian lapangan dengan
    menggunakan studi wawancara yang dilakukan di Desa Emplak, sedangkan
    metode yang digunakan dalam menganalisis adalah metode yuridis kualitatif.
    Hasil analisis menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat adat
    khususnya di Desa Emplak yang melakukan gadai tanah pertanian tidak sesuai
    dengan undang-undang dan peraturan yang telah berlaku di Indonesia.
    Diharapkan sosialisasi merata kepada seluruh lapis masyarakat mengenai
    peraturan-peraturan gadai tanah ini supaya praktek gadai tanah di Indonesia
    dapat mengikuti undang-undang dan segala peraturan yang berlaku
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi