Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

TINJAUAN TENTANG KEGIATAN PEMASARAN PRODUK RITEL DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN UMKM DI KOTA PADANG DIKAITKAN DENGAN UU NO.5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTIK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT DAN UU NO. 20 TAHUN 2008 TENTANG UMKM


Keberadaan ritel memiliki pro and kontra dalam penerimaannya di
masyarakat, di satu sisi ritel memberikan pelayanan dan fasilitas yang

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    075/2018075/2018Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    075/2018
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 105 hal, 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Keberadaan ritel memiliki pro and kontra dalam penerimaannya di
    masyarakat, di satu sisi ritel memberikan pelayanan dan fasilitas yang
    bagus, di sisi lain karena dominasi pasaran ritel yang dapat
    mengenyampingkan posisi pasar dari ritel tradisional dan UMKM.
    Kegiatan pemasaran produk dari ritel modern di Kota Padang membuat
    ritel tradisional dan unit UMKM tidak berkembang sebagaimana mestinya.
    Sehingga memuculkan ketidakseimbangan pasar oleh ritel modern yang
    berpengaruh terhadap perkembangan UMKM.
    Metode penelitian yang digunakan berupa pendekatan yuridis
    normatif, penelitian difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah
    atau norma-norma dalam hukum positif. Teknik pengumpulan data
    dilakukan dengan cara studi kepustakaan, yakni melalui bahan hukum
    primer, sekunder, dan tersier, studi lapangan melalui wawancara, serta
    studi virtual melalui informasi yang bersumber dari internet. Adapun
    metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
    yuridis kualitatif.
    Berdasarkan hasil penelitian, bahwa kegiatan pemasaran produk
    ritel di Kota Padang telah mengikutsertakan UMKM di dalamnya, namun di
    lain sisi masih adanya hal yang bertentangan dengan UU No.5 Tahun
    1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak
    Sehat. Apabila dikaitkan dengan UU No.20 Tahun 2008 tentang UMKM,
    unit UMKM sendiri telah difasilitasi oleh pemerintah dalam
    pengembangannya agar tidak dikesampingkan dengan banyaknya ritel
    modern di pasaran. Pada Bab V Pasal 7 ayat (1) Undang-undng No. 20
    Tahun 2008 tentang UMKM menjelaskan adanya aspek yang dilakukan
    pemerintah dan pemerintah daerah untuk menumbuhkan iklim usaha dan
    sebagian aspek tersebut telah dijalankan oleh pemerintah dalam
    peningkatan kualitas sehingga dapat memberdayakan UMKM. Pemerintah
    mengharuskan bahwa setiap ritel modern di Kota Padang
    mengikutsertakan UMKM di dalamnya minimal 30% (tiga puluh persen).
    Praktiknya masih terdapat permasalahan yang memerlukan perhatian dari
    pemerintah dalam memberdayakan UMKM agar berjalan sebagaimana
    mestinya.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi