<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="28139">
 <titleInfo>
  <title>Perkembangan Pesantren Di Kabupaten Bandung</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Falah, Miftahul;  Nina Hl. Lubis;  Saefulhayat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Lembaga Penelitian &amp; Pengabdian Masyarakat(LPPM)</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
Pesantren merupakan lembaga pendidikan informal yang bertujuan &#13;
hendak mencetak kader ularna yaitu seseorang yang memiliki pengetahuan &#13;
mendalam tentang agama Islam. Biasanya, terdapat ikatan kuat antarpesantren &#13;
baik yang dipersatukan oleh hubungan darah maupun hubungan antara guru dan &#13;
murid. Biasanya, seorang santri yang telah dinyatakan lulus dari pesantren diberi &#13;
tugas untuk berdakwah dengan mendirikan sebuah pesantren. &#13;
&#13;
\ &#13;
&#13;
Dalam perkembangannya, pesantren tidak hanya memainkan peran &#13;
&#13;
sebagai lembaga pendidikan keagamaan semata, melainkan juga memainkan &#13;
peranan di bidang sosial, politik, budaya, dan ekonomi. Dalam konteks inilah, ada &#13;
hal yang menarik untuk diteliti yaitu perkembangan pesantren, baik dari si si &#13;
kelembagaan maupun hubungannya dengan pihak luar. Perkembangan ini penting &#13;
diteliti karena tidak semua pesantren yang ada di Kabupaten Bandung &#13;
menunjukkan arah perkembangan yang sama. Kenyataan tersebut tentunya sangat &#13;
dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang bersifat eksternal maupun internal. &#13;
&#13;
Mengungkap perkembangan pesantren di Kabupaten Bandung berarti &#13;
menguraikan perjalanan pesantren dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, dalam &#13;
penelitian ini digunakan metode sejarah yang terdiri atas empat tahap, yaitu &#13;
heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Untuk menghasilkan historiografi &#13;
yang bersifat deskriptif-analitis, dipergunakan pendekatan ilmu-ilmu sosial &#13;
dengan meminjam beberapa konsep dan teori sosiologi dan antropologi. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan di Kabupaten Bandung, tidak semua &#13;
pesantren mengalarni perkembangan sesuai dengan harapannya. Pada umurnnya, &#13;
pesantren yang berada di bawah NU masih mempertahankan tradisi salafiyahnya, &#13;
meskipun unsur-unsur pendidikan formal sudah menjadi bagian integral dari &#13;
kurikulum pesantren terse but, seperti yang .diperlihatkan oleh Pesantren: Baitul &#13;
Arqam, Al Muffasir, Sumur Bandung, dan Yamisa. Sementara itu, Pesantren Al &#13;
Ittifaq menunjukkan perkembangan yang kurang lazim bagi kalangan salafi. &#13;
Pesantren ini tidak hanya berperan sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam, &#13;
tetapi juga menjadi sentra pertanian (agrobisnis). Sementara itu, pesantren yang &#13;
berada di bawah naungan Persis, pada umurnnya mengacu pada kebijakan pp &#13;
Persis kecuali Pesantren Persis No. 34 Cibegol, Soreang. Tahun masehi tidak &#13;
dipakai untuk menentukan tahun ajaran, melainkan menggunakan perhitungan &#13;
tahun hijiriah. Akan tetapi, secara keseluruhan pesantren ini merupakan bagian tak &#13;
terpisahkan dari sistem pesantren di lingkungan Persis. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Falah, Miftahul;  Nina Hl. Lubis;  Saefulhayat</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pesantren merupakan lembaga pendidikan informal ya</topic>
 </subject>
 <classification>297.6 Fal p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>297.6 Fal p/R.63.29</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001070900309</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.63.29)</sublocation>
    <shelfLocator>297.6 Fal p/R.63.29</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>28139</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 20:01:10</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-26 08:24:22</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>