Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

PEMBEBASAN KEWAJIBAN PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN DALAM NEGERI TERHADAP INVESTOR ASING DIKAITKAN DENGAN BILATERAL INVESTMENT TREATIES BELANDA-INDONESIA


Indonesia merupakan negara yang berkembang membutuhkan bantuan
dari investor asing dalam mengelola kekayaan tersebut. Bertahun-bertahun ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    415/2017415/2017Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    415/2017
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi, 102 hal, 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    415/2017
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Indonesia merupakan negara yang berkembang membutuhkan bantuan
    dari investor asing dalam mengelola kekayaan tersebut. Bertahun-bertahun kini
    Indonesia hendak meningkatkan nilai tambah yang akan didapatkan negara dari
    pemanfaatan mineral dan batubara. Kewajiban pengolahan dan pemurnian
    dalam negeri merupakan salah satu cara yang dipilih oleh pemerintah. Namun,
    investor asing yang berkeberatan melaksanakan kewajiban tersebut dan
    mencoba menggugat negara di forum ICSID didasari Bilateral Investment
    Treaties (BIT) yang dibuat oleh Indonesia. Sengketa tersebut tidak berlanjut
    dikarenakan pemerintah telah mencapai kesapakatan dengan investor, dimana
    salah satu kesepakatannya adalah pembebasan kewajiban pengolahan dan
    pemurnian dalam negeri terhadap investor asing. Penelitian ini bertujuan Untuk
    mengetahui bagaimana pembebasan kewajiban pengolahan dan pemurnian hasil
    pertambangan di dalam negeri dari sudut pandang hukum penanaman modal
    dan mengetahui peran dari Bilateral Investment Treaties terhadap penerapan
    kewajiban pengolahan dan pemurnian dalam negeri.
    Metode pendekatan hukum yang dilakukan dalam penelitian hukum ini
    adalah dengan menggunakan metode pendekatan Juridis Normatif yaitu
    penelitian terhadap asas-asas hukum dan data sekunder melalui inventarisasi
    hukum positif. Spesiikasi penelitian hukum yang hendak digunakan oleh peneliti
    adalah deskriptif analitis, yang berarti menganalisis kaitan antara teori hukum,
    asas hukum dikaitkan dengan UU Minerba, UU Penanaman Modal.
    Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
    pembebesan kewajiban investor asing untuk melakukan pengolahan dan
    pemurnian dalam negeri sebenarnya tidak sesuai dengan kerangka penanaman
    modal. Hal ini didasari bahwa fakta kewajiban pengolahan dan pemurnian dalam
    negeri merupakan misi untuk menjalankan tujuan penanaman modal dan
    penjelmaan kewajiban investor asing. Bilateral Investment Treaties memberikan
    beberapa dampak negatif terhadap penerapan kewajiban pengolahan dan
    pemurnian dalam negeri. Hal tersebut dikarenakan terdapat komitmen yang
    terdapat didalam perjanjian yang mengekang negara untuk memperjuangkan
    pembangunan ekonomi nasional.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi