Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

ANALISIS PUTUSAN APPELLATE BODY TENTANG KEBIJAKAN ANTIDUMPING DALAM KASUS UNITED STATES CONTINUED DUMPING AND SUBSIDY OFFSET ACT OF 2000 CASE NO. WT/DS217/AB/R DITINJAU DARI KETENTUAN ANTI DUMPING AGREEMENT DAN GATT/WTO


Perdagangan internasional merupakan kegiatan ekonomi yang
mengalami suatu perkembangan yang sangat pesat. Berkembangnya jenis
transaksi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    240/2017240/2017Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    240/2017
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    x, 377 hal, 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    240/2017
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Perdagangan internasional merupakan kegiatan ekonomi yang
    mengalami suatu perkembangan yang sangat pesat. Berkembangnya jenis
    transaksi menyebabkan semakin rumitnya hubungan perdagangan
    internasional yang menyebabkan perdagangan internasional yang tidak
    sehat, curang dan menyimpang. Diantara bentuk-bentuk praktik curang
    dan tidak sehat dalam perdagangan Internasional adalah penyalahgunaan
    kebijakan Antidumping. Penyalahgunaan kebijakan Antidumping adalah
    upaya proteksi terselubung suatu negara untuk melindungi kepentingan
    nasional dan industri dalam negeri. Adapun tujuan penelitian ini adalah
    untuk mengetahui putusan Appellate Body dalam kasus United StatesContinued
    Dumping and Subsidy Offset Act of 2000 (Byrd Amendment),
    ditinjau menurut dengan ketentuan Anti Dumping Agreement, dan
    Ketentuan GATT 1994/WTO dan mengetahui efektivitas penegakan dan
    pelaksanaan dari putusan yang dikeluarkan WTO melalui DSB (Dispute
    Setlement Body) dalam studi kasus United States-Continued Dumping and
    Subsidy Offset Act of 2000 (Byrd Amendment).
    Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah yuridis
    normatif yaitu penelitian dilakukan dengan meneliti doktrin atau asas
    dalam ilmu hukum. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif
    analitis,yaitu menggambarkan peraturan perundang-undangan yang
    berlaku dikaitkan dengan teori hukum. Teknik pengumpulan data yang
    digunakan adalah studi pustaka (library research), dan studi dokumendokumen
    yang terkait..
    Hasil dari penelitian dapat diketahui bahwa Putusan Appellate Body
    dalam kasus United States-Continued Dumping and Subsidy Offset Act of
    2000 (Byrd Amendment) yang menyatakan Amerika Serikat melanggar
    pasal 18 Ayat 1 dan Pasal 18 Ayat 4 Anti-Dumping Agreement mengenai
    tindakan spesifik melawan dumping, telah sesuai menurut dengan
    ketentuan Anti-Dumping Agreement dan ketentuan GATT 1994/WTO
    tetapi Peneliti menyimpulkan bahwa Amerika Serikat juga melanggar
    Pasal 5 ayat 4 Anti-Dumping Agreement dan melanggar prinsip iktikad
    baik dalam membuat suatu kebijakan Anti-Dumping. Penegakan dan
    Pelaksanaan Putusan dan Rekomendasi DSB bersifat mengikat tetapi
    lemah dan dapat dikesampingkan, dalam artian tidak dapat memaksa dan
    memiliki celah. Penegakan dan Pelaksanaan dari Putusan dan
    Rekomendasi DSB menjadi tidak mengikat, efektif dan memaksa karena
    dapat disekesampingkan oleh Keinginan Pihak untuk tidak konsisten
    menaati Rekomendasi DSB, Jangka Waktu Yang Layak dan Kesepakatan
    pihak untuk mengklaim Kompensasi, Penundaan Konsesi atau Retaliasi.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi