Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

UPAYA PEMBATASAN PELAKSANAAN DIVERSI DALAM TINDAK PIDANA KESUSILAAN DENGAN TERSANGKA ANAK DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NO. 35 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NO. 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK


Sebagai penerus bangsa, seorang Anak bisa saja melakukan hal-hal
seperti layaknya orang dewasa pada umumnya, tak terkecuali perbuatan yang

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    176/2017176/2017Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    176/2017
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 116 hal, 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    176/2017
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Sebagai penerus bangsa, seorang Anak bisa saja melakukan hal-hal
    seperti layaknya orang dewasa pada umumnya, tak terkecuali perbuatan yang
    bertentangan dengan norma yang berlaku misalnya dalam hal kesusilaan.
    Perbuatan anak yang bertentangan dengan norma ini pada akhirnya membuat
    anak harus berhadapan dengan hukum. Oleh sebab itu diperlukan perlindungan
    khusus untuk anak yang berkonflik dengan hukum. Dalam hukum nasional
    perlindungan khusus anak diatur dalam Undang-Undang No. 35 tahun 2014
    tentang perubahan atas Undang-Undang No.23 Tahun 2002 tentang
    Perlindungan Anak dan Undang-Undang No. 11 tahun 2012 tentang Sistem
    Peradilan Anak. Bentuk perlindungan hukum yang diberikan undang-undang
    kepada anak yang berkonflik dengan hukum adalah dengan metode Diversi.
    Negara perlu mengatur secara tegas mengenai proses pelaksanaan Diversi
    sebagai upaya perlindungan untuk anak yang berkonflik dengan hukum. Oleh
    sebab itu, didalam penelitian ini akan di bahas mengenai bentuk pembatasan
    yang dapat di terapkan kepada anak sebagai pelaku tindak pidana, khususnya
    dalam kasus kejahatan seksual untuk dapat menjalani proses diversi.
    Penulis menggunakan metode penelitian Pendekatan Yuridis Normatif.
    Pendekatan Yuridis Normatif dilakukan dengan tujuan untuk menelaah secara
    mendalam terhadap data sekunder yang bersifat publik, yaitu yang berkaitan
    dengan peraturan perundang–undangan serta pendapat para ahli. Penulis juga
    akan membandingkan kesesuaian dari segi ilmu hukum dan bentuk
    pengimplementasiannya dalam praktek.
    Berdasarkan penelitian diperoleh kesimpulan bahwa masih terdapat
    banyak sekali kekurangan dalam pengimplementasian diversi sebagai upaya
    dalam memberikan perlindungan bagi anak-anak yang berhadapan dengan
    hukum, khususnya pada anak yang melakukan tindak pidana kesusilaan. Oleh
    sebab itu pemerintah perlu segera mengatur secara tegas mengenai proses
    pelaksanaan diversi agar lebih selektif dan dapat memberikan pembatasan yang
    jelas sebagai syarat dan kriteria utama dalam proses penerapan diversi untuk
    memberikan perlindungan hukum demi kepentingan terbaik bagi anak.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi