Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

KEWENANGAN ICSID TRIBUNAL TERHADAP BIT CLAIM YANG DIAJUKAN INVESTOR ATAS DASAR GUGATAN PELANGGARAN INVESTMENT CONTRACT OLEH HOST STATE BERDASARKAN KONVENSI ICSID 1965


Pada kasus investasi yang timbul dari pelanggaran kontrak
biasanya sudah ditentukan forum penyelesaian nya tersendiri di dalam
kontrak. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    153/2017153/2017Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    153/2017
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    ix, 94 hal, 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    153/2017
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pada kasus investasi yang timbul dari pelanggaran kontrak
    biasanya sudah ditentukan forum penyelesaian nya tersendiri di dalam
    kontrak. Namun, banyak investor yang menghindari pemilihan forum
    tersebut, yang kemudian investor mengajukan gugatannya kepada forum
    yang dipilih di BIT, yaitu ICSID. Investor mencari perlindungan melalui BIT
    dengan membawa gugatan yang didasari dengan terlanggarnya ketentuan
    perlindungan BIT seperti Fair and Equitable Treatment. Selain itu, investor
    juga kerap kali membawa gugatan pelanggaran kontrak yang menjadi
    suatu kewajiban internasional melalui umbrella clause. Lalu host state
    biasanya menentang jurisdiksi yang dimiliki ICSID atas kedua gugatan
    tersebut. Melalui syarat utama jurisdiksi ICSID pada Pasal 25, para majelis
    di kasus yang terkait memberikan pendekatan dan analisis nya terhadap
    permasalahan ini. Selain itu para majelis pada kedua kasus SGS juga
    memiliki 2 putusan jurisdiksi yang berbeda terhadap contract-based claim.
    Pada kasus yang pertama majelis menolak jurisdiksi, sedangkan pada
    kasus yang kedua menerima jurisdiksi. Namun, setelahnya majelis
    menolak untuk menentukan pokok sengketa (merits) dari kasus tersebut.
    Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Tujuan
    Penelitian ini ialah untuk mengetahui jurisdiksi ICSID Tribunal terhadap
    gugatan BIT yang murni dan gugatan kontrak dalam sengketa yang
    berkaitan dengan permasalahan kontrak investasi, serta untuk mengetahui
    batasan kewenangan ICSID dalam memeriksa sengketa setelah diterima
    nya jurisdiksi atas kedua gugatan tersebut.
    Berdasarkan hasil penelitian ini, ICSID dapat memiliki jurisdiksi atas
    kedua jenis gugatan tersebut, dengan syarat terdapatnya consent of the
    parties, jenis sengketa yang masuk dalam cakupan definisi investment di
    BIT, serta terdapatnya umbrella clause yang memiliki cakupan yang luas.
    Namun, batasan kewenangan ICSID dalam menentukan merits hanya
    sampai kepada treaty-based claim saja. Sehingga untuk contract-based
    claim harus diserahkan kepada forum yang telah dipilih di kontrak.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi