Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

TERBITNYA SURAT PERINTAH PENYIDIKAN TERHADAP PERKARA YANG SAMA PASCA ADANYA PUTUSAN PRAPERADILAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF PENEGAKAN HUKUM


Surat perintah penyidikan (SPRINDIK) merupakan suatu produk hukum
yang dikeluarkan oleh penyidik atasan kepada penyidik bawahan guna

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    088/2017088/2017Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    088/2017
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi, 154 hal, 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    088/2017
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Surat perintah penyidikan (SPRINDIK) merupakan suatu produk hukum
    yang dikeluarkan oleh penyidik atasan kepada penyidik bawahan guna
    dijadikan untuk dasar melakukan penyidikan terhadap peristiwa tindak pidana,
    selain diatur dalam KUHAP SPRINDIK juga diatur laman PERKAP No. 14
    tahun 2012 tentang manajemen penyidikan. Dalam tahapan penyidikan ini
    seorang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dapat melakukan
    permohonan praperadilan jika terdapat hal-hal yang dilakukan oleh penyidikan
    sebagai perbuatan yang dianggap bertentangan dengan hukum. Dengan
    adanya putusan MK. No. 21/PUU-XII/2014, telah memperluas objek
    praperadilan yang menyatakan bahwa penetap0an tersangka, penyitaan dan
    penggeledehan termasuk kedalam objek praperadilan selain itu dalam putusan
    MK ini juga membolehkan penyidik melanjutkan penyidikan walaupun
    tersangka memenangkan permohonan praperadilan yang menyebabkan
    seringnya dikeluarkan SPRINDIK terhadap perkara yang sama pasca adanya
    putusan praperadilan.
    Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yang
    dibantu sosiologis. Spesifikasi penelitiannya berupa deskriptif analisis dengan
    tahapan penelitian berupa penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data
    berupa studi dokumen dan wawancara. Metode analisis data dilakukan berupa
    yuridis kualitatif yaitu dengan mengkaji penelitian berdasarkan hukum positif.
    Berdasarkan hasil penelitian, bahwa penerbitan SPIRINDIK terhadap
    perkara yang sama pasca adanya putusan praperadilan ini mengakibatkan 1)
    tidak jelasnya kepastian SPRINDIK baru karena tidak ada Batasan berapa kali
    SPRINDIK dapat diterbitkan lagi 2) ketidak jelasan dalam upaya penegakan
    hukum yang dilakukan penegak hukum karena disatu sisi penegak hukum
    menerbitkan SPRINDIK baru dengan dasar putusan MK akan tetapi dilain sisi
    penegak hukum akan mengalami kesulitan ketika akan menegakan norma
    yang ada di pasal 83 ayat (2) (3) KUHAP.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi