Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

PENANGGULANGAN PEROMPAKAN DAN PERAMPOKAN BERSENJATA DI WILAYAH LAUT ASSOCIATION OF SOUTHEAST ASIAN NATIONS (ASEAN) MELALUI KERANGKA ASEAN MARITIME SECURITY COOPERATION


Karya tulis ini mencoba untuk membahas tentang kejahatan
perompakan, sebuah tindakan kriminal yang telah mendapatkan status
sebagai ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    042/2017042/2017Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    042/2017
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii, 100 hal, 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    042/2017
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Karya tulis ini mencoba untuk membahas tentang kejahatan
    perompakan, sebuah tindakan kriminal yang telah mendapatkan status
    sebagai hostis humani generis – musuh bersama umat manusia, dan
    perampokan bersenjata. Objek penelitian khususnya adalah insideninsiden
    yang terjadi di wilayah laut ASEAN, dimana wilayah tersebut
    memiliki angka insiden perompakan dan perampokan bersenjata yang
    tinggi.
    Pembahasan akan dilakukan dengan metode yuridis normatif untuk
    melihat bagaimana ASEAN sebagai organisasi di wilayah tersebut
    menanggulangi kejahatan-kejahatan tersebut. Pertama akan dijelaskan
    mengenai berkembangnya ancaman dari kejahatan perompakan dan
    perampokan bersenjata di laut ASEAN. Kemudian, karya tulis ini akan
    mencoba menganalisa apakah langkah-langkah yang telah diambil
    ASEAN dalam menanggulangi kejahatan-kejahatan tersebut dapat
    dikatakan efektif atau tidak. Dalam menilai efektifitas tersebut, dengan
    metode komparatif akan dibuat perbandingan langkah-langkah yang telah
    sukses menanggulangi perompakan dan perampokan bersenjata di
    beberapa wilayah laut dunia melalui organisasi regional, yakni ReCAAP,
    Djibouti Code of Conduct, dan Yaounde Code of Conduct.
    Hasil dari perbandingan tersebut kemudian akan dianalisis dalam
    rangka mencoba memberikan solusi kongkrit bagi ASEAN dalam
    menghadapi ancaman dari dua kejahatan tersebut di wilayahnya. Solusi
    tersebut dapat dilakukan melalui dua cara: persuasi dari ASEAN untuk
    Indonesia dan Malaysia bergabung dengan ReCAAP atau menciptakan
    mekanisme khusus dibawah ASEAN melalui ASEAN Marine Force.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi