Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Kebijakan Luar Negeri Indinesia pada Era Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014) Terhadap Myanmar Dalam Mendukung Demokratisasi


Permasalahan demokrasi di Myanmar mendapatkan perhatian masyarakat
internasional. Terlebih, ketika Junta Militer mempertahankan kekuasaannya ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    D4628D4628Perpustakaan Sekolah PascasarjanaTersedia
  • Perpustakaan
    Sekolah Pascasarjana
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    D4628
    Penerbit : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Permasalahan demokrasi di Myanmar mendapatkan perhatian masyarakat
    internasional. Terlebih, ketika Junta Militer mempertahankan kekuasaannya di
    negara tersebut dan menolak hasil pemilihan umum yang dilakukan secara
    demokratis pada tahun 1990. Tindakan ini berlanjut ketika Junta Militer
    melakukan tekanan fisik terhadap warga negaranya. Hal ini memunculkan
    kekhawatiran dari masyarakat internasional terhadap masa depan demokrasi di
    Myanmar. Indonesia merupakan salah satu negara tetangga Myanmar yang hirau
    terhadap perkembangan demokrasi di negara tersebut. Melalui kebijakan luar
    negerinya, Indonesia berupaya untuk membantu Myanmar dalam mendukung
    keberlangsungan demokrasi.
    Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kebijakan luar negeri Indonesia
    terhadap Myanmar dalam mendukung keberlangsungan demokratisasi. Guna
    menjawab permasalahan penelitian, peneliti menggunakan perspektif
    konstruktivisme dan konsep demokrasi. Penelitian ini menggunakan metode
    kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi.
    Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa kebijakan
    luar negeri Indonesia terhadap Myanmar dalam mendukung demokratisasi
    dipengaruhi oleh nilai atau norma domestik, regional dan global, seperti prinsip
    kebijakan luar negeri bebas dan aktif, all-direction foreign policy, million friends
    zero enemies, dan dynamic equilibrium, norma ASEAN Way, nilai demokrasi dan
    Hak Asasi Manusia, dan prinsip Responsibility to Protect. Norma dan gagasan ini
    dikonstruksi sehingga mendorong terbentuknya identitas yang menjadi dasar bagi
    produksi dan reproduksi kepentingan. Kepentingan ini menjadi alasan dari
    kebijakan luar negeri Indonesia terhadap Myanmar. Keinginan Indonesia untuk
    kembali memegang kepemimpinan regional, memulihkan citra sebagai negara
    demokratis, menjadi bagian dari produksi dan reproduksi wacana yang turut
    memberikan pengaruh terhadap kebijakan luar negeri Indonesia terhadap
    Myanmar.
    Kata Kunci : Kebijakan Luar Negeri, Konstruktivisme, Demokrasi, Myanmar,
    ASEAN.
    v
    ABSTRACT
    The problem of democracy in Myanmar gained the attention of the
    international community. Especially, when the Military Junta defended its rule in
    the country and rejected democratic electoral results in 1990. This action
    continued when the military junta exerted physical pressure on its citizens. This
    raises the international community's concern about the future of democracy in
    Myanmar. Indonesia is one of Myanmar's neighbors which are concerned of the
    development of democracy in the country. Through its foreign policy, Indonesia
    seeks to assist Myanmar in supporting the continuity of democratization.
    The purpose of this study is to analyze Indonesia's foreign policy towards
    Myanmar in supporting democratization. The researcher uses constructivism
    perspective and the concept of democracy This research uses qualitative method.
    Data collection was conducted through interviews and documentation studies.
    Based on the results of data analyzes, it can be concluded that
    Indonesia's foreign policy towards Myanmar in supporting democratization is
    influenced by domestic, regional and global values or norms, such as the
    principles of free and active foreign policy; all-direction foreign policy; million
    friends zero enemies; dynamic equilibrium, ASEAN Way norm. democracy and
    human rights and the principle of Responsibility to Protect. These norms and
    ideas are constructed so as to encourage the formation of identity that becomes
    the basis for the production and reproduction of interests. This interest is the
    reason of Indonesia's foreign policy towards Myanmar. Indonesia's desire to
    regain regional leadership, restore its image as a democratic country, becomes
    part of the production and reproduction of discourse that contributes to
    Indonesia's foreign policy towards Myanmar.
    Keywords : Foreign policy, Constructivism, Democracy, Myanmar, ASEAN.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi