<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="25762">
 <titleInfo>
  <title>Kosmologi dan konservasi alam pada dayak tamambaloh di desa saujung giling manik - Kecamatan Embaloh Hulu Kabupaten Kapuas Hulu - Kalimatan Barat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Efriani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Sosial Dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xix,;237 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kosmologi merupakan kebudayaan kognitif, hasil interaksi dan adaptasi &#13;
manusia dengan lingkungan alam, digunakan sebagai alat adaptasi. Kosmologi ini &#13;
membentuk pengetahuan ekologi tradisional yang bemilai konservatif Dalam &#13;
karya ini telah dikaji kosmologi dan konservasi pada Dayak Tamambaloh di Desa &#13;
Saujung Giling Manik, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, &#13;
Kalimantan Barat. Kosmologi tersebut diamati dan dipelajari melalui mitologi, &#13;
ritual-ritual serta penggunaan dan pemaknaan simbol alam dalam keseharian &#13;
Dayak Tamambaloh. Tujuan dari kajian ini ialah untuk menemukan peran &#13;
kosmologi Dayak Tamambaloh sebagai media konservasi alam di Kecamatan &#13;
Embaloh Hulu. &#13;
&#13;
Kajian ini, dikupas menggunakan metode Ekologi Budaya yang salah satu &#13;
kajiannya tentang hubungan manusia dan lingkungannya, Materialisme &#13;
Kebudayaan yang salah satu kajiannya tentang unsur materi yang membentuk &#13;
gagasan, serta Interaksi Sistem Sosial dengan Ekosistem yang salah satu &#13;
kajiannya tentang interaksi dan adaptasi manusia (sosial) dengan alam &#13;
(ekosistem). Kajian ini didesain dengan metode gabungan kualitatif dan &#13;
kuantitatif Dirancang dalam model pendekatan desain dua tahap (sekuensial). &#13;
Tahap pertama yang dilakukan ialah penelitian dengan pendekatan kualitatifyang &#13;
kemudian diperkuat dengan pendekatan kuantitatif &#13;
&#13;
Kajian ini menunjukkan bahwa kosmologi pada Dayak Tamambaloh tidak &#13;
sama dengan filsafat alam (filsafat metafisika) namun lebih tepat disebut sebagai &#13;
etika semesta (filsafat normatif). Kosmologi Dayak Tamambaloh memandang &#13;
semesta dibentuk oleh 3 unsur yakni manusia, alam dan supranatural yang &#13;
berinteraksi membentuk keteraturan dan keharmonisan. Di dalam semesta, &#13;
manusia merupakan bagian dari semesta yang kedudukannya setara dengan alam, &#13;
sedangkan supranatural merupakan kekuatan yang transenden. Alam dipandang &#13;
memiliki kehidupan dan sebagai hunian supranatural, karenanya pemanfaatan &#13;
alam wajib melalui berbagai ritual. Alam juga digunakan sebagai simbol yang &#13;
memberi pertanda bagi manusia. Alam dihargai dan diperlakukan secara beradat, &#13;
tindakan yang tidak beradat terhadap alam akan mendatangkan bahaya, &#13;
kecelakaan bahkan kahancuran dan kematian. &#13;
&#13;
Sekuat 51 % kosmologi dipahami oleh anggota komunitas Dayak &#13;
Tamambaloh, sedangkan tingkat konservasi 35%. Dalam peranannya sebagai &#13;
media konservasi, kosmologi berpengaruh kuat dan positif sebesar 62.88% &#13;
terhadap konservasi Dayak Tamambaloh. Artinya, apabila pemahaman kosmologi &#13;
tinggi, maka konservasi akan tinggi. Tingkat konservasi yang hanya sebesar 35%, &#13;
sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar kosmologi. Faktor-faktor &#13;
tersebut ialah, inovasi teknologi, demografi, kualitas dan kuantitas alam, &#13;
kemiskinan, pembangunan infrastuktur dan berbagi alasan ekonomi, yang &#13;
berpengaruh rendah negatif sebesar 16,97% terhadap tindakan konservasi. Artinya &#13;
apabila faktor-faktor tersebut meningkat, maka konservasi akan menurun. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Efriani</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kosmologi, Konservasi Alam, Dayak Tamambaloh</topic>
 </subject>
 <classification>301 Efr k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>301 Efr k/R.17.4</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001140700155</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.4)</sublocation>
    <shelfLocator>301 Efr k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>25762</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 18:42:51</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-06 12:47:05</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>