Detail Cantuman

Image of Pemberdayaan Perempuan Dalam Penanggulangan Kemiskinan (Studi Kasus Mengenai Pengembangan Ekonomi Perempuan Dalam Program P2WKSS Kelurahan pasir Impun,  Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung)

 

Pemberdayaan Perempuan Dalam Penanggulangan Kemiskinan (Studi Kasus Mengenai Pengembangan Ekonomi Perempuan Dalam Program P2WKSS Kelurahan pasir Impun, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung)


Manajemen "micro finance terintegrasi merupakan salah satu upaya
penanggulangan kemiskinan yang tidak hanya terfokus pada peningkatan

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700276360 ros pPerpustakaan Pusat (REF.12.80)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    360 ros p/R.12.80
    Penerbit Program Magister Manajemen Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 121 hlm . Ilus ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    360
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Manajemen "micro finance terintegrasi merupakan salah satu upaya
    penanggulangan kemiskinan yang tidak hanya terfokus pada peningkatan
    pertumbuhan ekonomi, namun ditunjang dengan layanan sosial lainnya seperti
    pendidikan, layanan kesehatan dan pemeliharaan lingkungan. Penelitian ini
    berupaya mengungkapkan program manajemen micro finance terintegrasi yang
    dijalankan oleh pemerintah Kota Bandung di wilayah Kel. Pasir Impun melalui
    pemberdayaan perempuan dalam Program Terpadu P2WKSS.

    Penelitian menggunakan metode kombinasi dengan model Concurrent
    Triangulation. Hasil penelitian mendapati bahwa tingkat partisipasi perempuan
    terhadap program P2WKSS di Kelurahan Pasir Impun cukup tinggi dilihat dari
    faktor pendorong partisipasi yang terukur yaitu Kemauan, Kesempatan, dan
    Kemampuan. Namun partisipasi yang cukup tinggi ini hanya berpengaruh sebesar
    15,6 % terhadap dampak ekonomi dan sosial. Analisis kualitatif menunjukkan
    bahwa partisipan belum merasakan pemberdayaan ekonomi berpengaruh secara
    signifikan terhadap peningkatan ekonomi karena program-program pelatihan dan
    pengetahuan yang diberikan dirasakan belum dapat diaplikasikan dan
    pendampingan yang dilakukan program P2WKSS yang hanya berjalan satu tahun
    dirasakan tidak cukup mengembangkan kondisi ekonomi partisipan.

    Sebuah dampak positif lain dari Program Terpadu P2WKSS adalah munculnya
    inisiatif kegiatan micro finance dari para partisipan sendiri dalam rangka
    menambah modal sebagai solusi minirnnya dukungan pemerintah, yakni melalui
    Kelompok Usaha Perempuan (KUP) dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga
    Sejahtera (UPPKS). Melalui kegiatan micro finance ini, para partisipanberharap
    mampu mengakses modal kerja sehingga dapat mengaplikasikan keterampilan
    dan pengetahuan yang telah didapatkan. Hal ini menunjukan bagaimana tingginya
    partisipasi dari para perempuan sasaran mampu menghasilkan sebuah perubahan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi