Detail Cantuman

Image of pengaruh pelatihan perkesmas-hiv/aids terhadap niat dan faktor determinannya pada perawat kesehatan masyarakat kabupaten indramayu

 

pengaruh pelatihan perkesmas-hiv/aids terhadap niat dan faktor determinannya pada perawat kesehatan masyarakat kabupaten indramayu


Pengaruh Pelatihan Perkesmas-HIV/ AIDS Terhadap Niat dan Faktor
Determinannya pada Perawat Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Indramayu.

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700114362.1 Sar p/R.22.6Perpustakaan Pusat (REF.6)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    362.1 Sar p/R.22.6
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 71 hlm,; 21 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    362.1 Sar p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pengaruh Pelatihan Perkesmas-HIV/ AIDS Terhadap Niat dan Faktor
    Determinannya pada Perawat Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Indramayu.
    Sheizi Prista Sari, 220120100046, Program Magister Keperawatan, Konsentrasi
    Keperawatan Komunitas, di bawah bimbingan Hartiah Haroen S.Kp.,
    M.Ng.,M.Kes. dan Neti Juniarti S.Kp., M.Kes., M.Nurs. 2012.

    ABSTRAK

    Meningkatnya cara penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) melalui
    hubungan seks tidak aman pada heteroseksual membawa dampak tingginya angka
    infeksi HIV dan penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) pada
    perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pelatihan
    Perkesmas-HIV/ AIDS terhadap niat, sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku
    perawat kesehatan masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan dan
    penanggulangan HIV / AIDS pada perempuan di Kabupaten Indramayu.

    Responden terdiri dari 25 orang perawat Puskesmas di Kabupaten Indramayu
    yang dipilih secara non probability purposive sampling. Rancangan penelitian
    berupa one group pretest-posttest design. Instrumen dikembangkan berdasarkan
    panduan pengembangan instrumen teori perilaku berencana (Theory of Planned
    Behavior). Data penelitian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon melalui program
    SPSS 17.

    Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan bermakna niat responden
    sebelum dan sesudah pelatihan dalam melakukan 4 perilaku spesifik, yaitu
    melakukan deteksi dini kepada pasien resiko tinggi yang datang ke puskesmas (p=
    0.000), melakukan pengkajian komunitas sehubungan dengan upaya pencegahan
    dan penanggulangan Hl V/ AIDS di wilayah kerja (p= 0.001), memfasilitasi
    pembentukan Warga Peduli AIDS di wilayah kerja (p= 0.007), dan melakukan
    kunjungan rumah kepada keluarga yang memiliki anggota keJuarga tertular atau
    beresiko tertular (p= 0.004). Tidak terdapat perbedaan bermakna sikap responden
    sebelum dan sesudah pelatihan (p= 0.533). Terdapat perbedaan bermakna norma
    subjektif dan kontrol perilaku responden sebeJum dan sesudah peJatihan dengan
    nilai signifikansi masing-rnasing p= 0.009.

    Penelitian ini menunjukan bahwa tidak semua faktor detenninan perilaku yang
    ada daJam teori perilaku berencana dapat ditingkatkan melalui pelatihan
    Perkesmas-HIV/ AIDS. Pelatihan dapat meningkatkan niat, norma subjektif, dan
    kontrol perilaku responden namun tidak berpengaruh pada sikap respond en.
    Meskipun demikian, peningkatan niat, norma subjektif, dan kontrol prilaku
    responden diharapkan dapat meningkatkan perilaku nyata yang ditampilkan di
    lapangan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi