Jejak makanan (food footprint) penduduk kelurahan dul dan desa kulur ilir kab. bangka tengah
JEJAK MAKANAN (FOOD FOOTPRINT)
PENDUDUK KELURAHAN nUL DAN DESA KULUR ILffi
KABUPATEN BANGKA TENGAH
ABSTRAK
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001100700259 363.82 Rat j/R.25.222 Perpustakaan Pusat (REF.222) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 363.82 Rat j/R.25.222Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik x,;164 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 363.82 Rat jTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab RATIH -
JEJAK MAKANAN (FOOD FOOTPRINT)
PENDUDUK KELURAHAN nUL DAN DESA KULUR ILffi
KABUPATEN BANGKA TENGAH
ABSTRAK
Kabupaten Bangka Tengah memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap
pasokan pangan dari daerah lain. Selain jumlah penduduk, pola konsumsi juga akan
mempengaruhi kebutuhan pangan penduduk. Pola konsumsi pangan dipengaruhi oleh
karakteristik lokasi tempat tinggaI, pendapatan dan pendidikan. PeneIitian bertujuan
untuk mengetahui kebutuhan lahan untuk mencukupi konsumsi pangan di perkotaan
dan perdesaan Kabupaten Bangka Tengah, menganalisis pengaruh pendapatan dan
pendidikan terhadap jejak makanan dan proporsi ketersediaan lahan lokal dalam
memenuhinya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yaitu
menghitung besaran jejak makanan rumah tangga. Penelitian diIakukan pada
responden rumah tangga di Kelurahan DuI dan Desa KuIur Ilir yang diambiI secara
stratified random sampling. Metode jejak makanan (food footprint) digunakan untuk
mengetahui seberapa besar kebutuhan lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan
proporsi penyediaan lahan setempat dalam memenuhinya.
Hasil dari perhitungan ini menunjukkan penduduk perkotaan membutuhkan
lahan yang lebih luas dibandingkan dengan penduduk perdesaan. Kebutuhan lahan
pada tahun 2010 untuk penduduk perkotaan adaIah 0,4505 ha per kapita sedangkan
penduduk perdesaan membutuhkan lahan sebesar 0,3475 ha per kapita. Pendapatan
dan pendidikan mempengaruhi besar jejak makanan sebesar 55,22 %. Proporsi
ketersediaan lahan darat produktif di Kelurahan DuI adalah sebesar 21,56 %
sedangkan proporsi penyedian lahan laut produktif adalah 0 %. Proporsi ketersediaan
lahan darat produktif di Desa Kulur Ilir adalah sebesar 38 % sedangkan proporsi
penyedian lahan laut produktif adalah 100 %.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






