<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="25024">
 <titleInfo>
  <title>Pelatihan stimulasi dini pada indra bayi...</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kustimah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Psikologi</publisher>
   <dateIssued>Pascasarjana Unpad</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv, 102  hlm. ; il. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Periode bayi adalah periode permulaan atau periode awal keberadaan seseorang &#13;
sebagai manusia. Periode bayi dianggap sebagai masa dasar karena banyak pola sikap, &#13;
kebiasaan, keterampilan dan berbagai kemampuan terbentuk sejak masa ini. Salah satu &#13;
perkembangan fisik yang berlangsung sangat eepat pada periode bayi adalah &#13;
perkembangan otak bayi. Susan Ludington (200 I) menjelaskan, selama tabun &#13;
pertamanya, otak bayi akan tumbuh laju lebih eepat. Saat bayi meneapai usia I tabun, &#13;
otaknya telah meneapai 70% ukuran otak dewasa. Sebagai tambahan, 70% sampai 85% &#13;
selotak barn terbentuk dengan lengkap, 45% pertumbuhan otak bayi terjadi pada bayi &#13;
pada usia I tabun. Perkembangan otak bayi diatas dapat tumbuh dengan optimal bila &#13;
sense atau indra sebagai &quot;pintu&quot; utama pemberi informasi bagi otak, mendapat &#13;
rangsangan yang optimal dari lingkungannya. Seeara psikologis, stimulasi dini pada indra &#13;
bayi sangat berperan dalam perkembangan mental bayi terutama dalam memenuhi &#13;
kebutuhan bayi untuk belajar dan mengekplorasi lingkungannya. &#13;
&#13;
Dalam perkembangan indranya, bayi memerlukan stimulasi dari lingkungan agar &#13;
kepekaan indranya dapat terlatih sehingga mendukung perkembangan otak seeara &#13;
optimal. Stimulasi ini dapat dilakukan dalam aktivitas bermain bersama bayi. Susan &#13;
Ludington, Direktur Infant Stimulation Association of Amerika menekankan bahwa &#13;
orangtua atau pengasuh sebaiknya memberikan stimulasi pada indra bayi- terutama indra &#13;
penglihatan, pendengaran dan indra raba agar indra terlatih dan peka terhadap rangsangan &#13;
dari lingkungan. Peran aktif Ibu ataupun pengasuh sangat diperlukan oleh bayi ­ &#13;
terutama pada saat bayi berusia 0-6 bulan, dimana kemampuan bayi dalam &#13;
mengeksplorasi lingkungan masih sangat terbatas dan membutuhkan orang lain untuk &#13;
membantunya. Stimulasi dini pada indra bayi sebaiknya memang dilakukan oleh Ibu. &#13;
Bagi Ibu bekerja yang harus menitipkan bayinya di Tempat Penitipan Anak (selanjutnya &#13;
akan disingkat dengan TP A) tugas ini digantikan oleh pengasuh TP A. &#13;
&#13;
Di sebuah perusahaan swasta di Bandung terdapat TP A &quot;X&quot; yang ada didalam &#13;
lingkungan perusahaan. Dari asesmen kebutuhan yang dilakukan terlihat bahwa &#13;
pengetahuan dan kemampuan pengasuh dalam memberikan stimulasi dini pada indra bayi &#13;
sangat terbatas. Dalam penelitian ini dibuat raneangan pelatihan &quot;Stimulasi Dini pada &#13;
Indra Bayi&quot;, yang kemudian diujieobakan untuk melihat peranan program pelatihan &#13;
tersebut dalam meningkatkan pengetabuan dan kemampuan pengasuh dalam memberikan &#13;
stimulasi dini pada indra bayi. &#13;
&#13;
Dari hasil perhitungan (memakai uji Wileoxon), ditemukan perbedaan yang &#13;
signifikan antara skor total pemberian stimulasi pada pengindraan bayi sebelum dan &#13;
sesudah pelatihan dengan statistik uji z sebesar -2~023 dan p-value 0,043, dengan taraf &#13;
signifikasi 0,5% (u=0,05) serta tingkat kepereayaan 95%. Kriteria uji yang digunakan &#13;
adalah tolak HO jika p-value lebih keeil dari c. Hasil dari tabel menunjukkan bahwa p­ &#13;
value &lt; u atau 0,043</note>
 <note type="statement of responsibility">Kustimah</note>
 <subject authority="">
  <topic>Stimulasi dini pada indra bayi</topic>
 </subject>
 <classification>155.422 kus p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>155.422 kus p/R.19.79</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001090700005</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.19.79)</sublocation>
    <shelfLocator>155.422 kus p/R.19.79</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>25024</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 17:43:57</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-20 09:40:01</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>