Detail Cantuman

Image of Model pembayaran jasa lingkungan air (payment for environmental service) : studi kasus Taman Nasional Gunung Ciremsi, Prov. Jawa Barat

 

Model pembayaran jasa lingkungan air (payment for environmental service) : studi kasus Taman Nasional Gunung Ciremsi, Prov. Jawa Barat


Model Pembayaran Jasa Lingkungan Air:

Studi Kasus Taman Nasional Gunung Ciremai, Provinsi Jawa Barat

ABSTRAK

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700450333.7 Har m/R.25.51Perpustakaan Pusat (REF.51)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Har m/R.25.51
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    XVI,;177 HLM,;29 CM
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Har m
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Model Pembayaran Jasa Lingkungan Air:

    Studi Kasus Taman Nasional Gunung Ciremai, Provinsi Jawa Barat

    ABSTRAK

    Pendanaan konservasi merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dari
    pengguna air yang bertujuan untuk membantu mendanai kegiatan konservasi ekosistem
    hutan. Ekosistem hutan berfungsi sebagai pemasok kebutuhan air bagi pengguna air.
    Pendanaan konservasi dapat diketahui dengan menjajaki nilai keinginan membayar
    (Willingness To Pay) dan kesanggupan untuk menyediakan dana tersebut dari pemanfaat
    jasa lingkungan air.

    Berdasarkan permasalahan diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berapa
    besar nilai Willingness To Pay (WTP) dan menelaah faktor-faktor yang mempengaruhi
    nilai WTP pemanfaat jasa lingkungan air di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai
    (TNGC), melakukan analisis besarnya nilai potensial WTP yang dihasilkan dibandingkan
    dengan besarnya biaya konservasi TNGC, serta merumuskan models kelembagaan
    pemanfaatan jasa lingkungan air di TNGC (mekanisme dan struktur). Metode yang
    digunakan dalam penelitian ini adalah metode kombinasi antara kuantitatif dan kualitatif.
    Variabel yang diteliti yaitu nilai keinginan membayar (WTP) pelanggan PDAM dan
    Perusahaan AMDK, Faktor-faktor yang mempengaruhi WTP, Nilai Potensial yang
    dihasilkan melalui mekanisme PES, Biaya Konservasi TNGC, serta model kelembagaan
    PES TNGC (mekanisme dan struktur).

    Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan metode pengisian
    kuisioner kepada pelanggan PDAM dan pengusaha AMDK, sedangkan wawancara semi
    terstruktur dengan menggunakan panduan wawancara dan dokumentasi digunakan untuk
    pengumpulan data sekunder. Analisis data yang dilakukan meliputi (l) analisis keinginan
    membayar (WTP) dengan pendekatan Contingent Valuation Method (CVM), (2) analisis
    faktor yang mempengaruhi nilai WTP menggunakan persamaan regresi linier berganda
    dengan prosedur statistik menggunakan bantuan software SPSS versi 16.00, (3) analisis
    perbandingan antara Nilai Potensial WTP dengan Biaya Konservasi , serta (4) perumusan
    model (mekanisme dan struktur) kelembagaan PES TNGC.

    Hasil penelitian menunjukan bahwa Nilai keinginan membayar (WTP) dari ketiga
    pemanfaat jasa lingkungan air di TNGC (PDAM Kabupaten Kuningan, PDAM
    Kabupaten Cirebon dan CV. Tirta Mekar) adalah sebesar Rp.182.839.552,00/bulan
    (±Rp.2,19 Milyar/tahun). Faktor yang mempengaruhi nilai keinginan membayar (WTP)
    upaya konservasi sumber air pada taraf signifikasi 95% (
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi