<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="25018">
 <titleInfo>
  <title>Taman Kota Sebagai Rosot Karbon Di Kawasan Perkotaan (Studi Kasus Kota Bandung)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Afrian, Cevi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Lingkungan</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>x,;115 hlm,;29,5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu isu efek negatif akibat adanya kegiatan manusia adalah emisi karbon. &#13;
Peningkatan emisi karbon dapat menyebabkan efek rumah kaca. Karbon &#13;
merupakan unsur yang dapat perputaran atau siklus. Tumbuhan memiliki &#13;
kemampuan untuk merubah senyawa karbon menjadi senyawa lain, seperti &#13;
biomasa. Kawasan perkotaan merupakan pus at kegiatan manusia dan menjadi &#13;
daerah dengan penyumbang emisi karbon tertinggi. Kawasan di perkotaan yang &#13;
memiliki vegetasi untuk menyerap emisi adalah taman kota. Dilakukan penelitian &#13;
mengenai besaran nilai rosot karbon di 7 taman kota di Kota Bandung dengan &#13;
menggunakan metode RAC SA (Rapid Carbon Stock Assesment) pada komponen &#13;
tanah, tegakan, seresah (nekromasa) dan akar. Berdasarkan hasil pengamatan &#13;
didapat hasil yaitu Taman Maluku memiliki potensi dalam menyerap karbon &#13;
dengan nilai rosot karbon rata-rata sebesar 84,13 MgClHa, sedangkan Taman &#13;
Tegallega menjadi taman dengan potensi terendah dengan nilai rosot karbon rata­ &#13;
rata sebesar 15,96 MgC/Ha. Kebijakan pemerintah dalam pengelolaan dan tujuan &#13;
pembangunan taman kota dapat mempengaruhi terhadap besaran karbon yang &#13;
tersimpan di dalam taman kota tersebut, adapun yang menjadi faktor lain yang &#13;
menjadi pembeda besarnya nilai rosot karbon adalah umur tanaman, komposisi &#13;
taman, diameter rata-rata pohon danjenis tanaman penyusun taman . &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Afrian, Cevi</note>
 <subject authority="">
  <topic>Rosot karbon, biomasa, taman kota, pengelolaan</topic>
 </subject>
 <classification>333.7 Afr t</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>333.7 Afr t/R.25.17</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120700506</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17)</sublocation>
    <shelfLocator>333.7 Afr t/R.25.17</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>25018</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 17:41:56</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-03 09:50:42</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>