<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="25012">
 <titleInfo>
  <title>Implikasi Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Erosi Dan Aliran Permukaan (Runoff) (Studi Kasus Sub DAS Citanduy Hulu)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wanggai, Charly Bravo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Lingkungan</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>vi,;107 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Implikasi Pernbahan Tataguna Lahan Terhadap Erosi dan Debit Aliran Di &#13;
&#13;
DT A Ciloseh Sub DAS Citanduy Hulu &#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
&#13;
Daerah Aliran Sungai merupakan unit ekosistem alam yang mengatur setiap masukkan dan luaran &#13;
agar stabilitas ekosistem selalu terkendali dari waktu ke waktu. Tatkala manusia melakukan sesuatu &#13;
perobahan dalam bentuk pola tataguna lahan akan turut mempengaruhi siklus hidrologi terutama &#13;
sstem saluran penerima air dalarn DAS. Atas dasar asumsi tersebut maka tujuan utama dari penelitian &#13;
ini adalah mengkaji pola tataguna lahan yang optimal agar dapat mengendalikan erosi yang terjadi &#13;
serendah-rendahnya dan menghasilkan debit aliran sungai yang terkendali sesuai pola tataguna lahan &#13;
di Daerah Tangkapan Air (DTA) Ciloseh Sub DAS Citanduy Hulu. Penelitian ini dilakukan sejak Juni &#13;
2010 dengan mengobservasi batas area daerah tangkapan untuk tujuan pembuatan peta, pola tataguna &#13;
Iahan oleh masyarakat setempat, lokasi pengambilan contoh tanah dan contoh air untuk estimasi &#13;
sedimen dan penelitian ini berakhir pada Desember 2011. &#13;
&#13;
Hasil simulasi dengan menggunakan model ANSWERS memiliki nilai keeratan sebesar 0,91 antara &#13;
parameter debit observasi terhadap debit luaran model dan 0,92 antara parameter sedimen observasi &#13;
terhadap sedimen luaran model. Sehingga model ini dapat digunakan dalam memprediksi laju aliran &#13;
pennukaan, erosi dan sedimen yang terjadi di DTA Ciloseh. Nilai erosi dengan pola tataguna lahan &#13;
saat ini, yaitu sebesar 2760 kg/ha (2,76 ton/ha) dengan laju pengendapan sebesar 16 kg/ha, masih &#13;
dibawah nilai erosi yang ditoleransikan yaitu 28,7 ton/ha/tahun dan nilai runoff dengan pola tataguna &#13;
Iahan saat ini yaitu sebesar 100,898 dengan prediksi curah hujan sebesar 137,85 mm. Berdasarkan &#13;
basil skenario yang dilakukan skenario I dan II memiliki hasil yang masih di bawah batas erosi yang &#13;
di toleransikan yaitu rata-rata erosi sebesar 3036 kg/ha (3,036 tonlha) dengan runoff sebesar 100,898 &#13;
wrtuk skenario I dan rata-rata erosi sebesar 3123 kg/ha (3,123 ton/ha) dengan runoffsebesar 101,050. &#13;
wrtuk nilai erosi pada skenario III melebihi batas erosi yang di toleransikan yaitu sebesar 3450 kglha &#13;
(3,450 ton/ha) dengan runoff sebesar 101,831. Estimasi nilai ekonomi lahan berdasarkan tingkat &#13;
produksi lahan usaha untuk kebun, ladang dan sawah hingga tahun 2024 berkisar antara Rp. 111,14 &#13;
milyar ltahun sampai 112,7 milyar ltahun sedangkan untuk hutan rakyat yang mengalami pemurunan &#13;
nilai berkisar antara Rp. 6 juta sampai 2 milyard Rupiah per rotasi tebang. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Wanggai, Charly Bravo</note>
 <subject authority="">
  <topic>Perubahan Tataguna Lahan, Erosi, Debit Aliran, ANS</topic>
 </subject>
 <classification>333.72 Wan i</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>333.72 Wan i/R.25.194</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120700505</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.194)</sublocation>
    <shelfLocator>333.72 Wan i/R.25.194</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>25012</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 17:41:56</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-05 09:55:57</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>