<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24907">
 <titleInfo>
  <title>Pengaruh konsentrasi khamir  Kluyveromyces lactis pada berbagai jenis whey terhadap produksi bioetanol dan pupuk organik cair</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Utama S, Gemilang Lara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program studi magister ilmu lingkungan program pascasarjana UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xii,;85 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>· PENGARUlI KONSENTRASI KHAMIR Kluyveromyces lactis &#13;
P ADA BERBAGAI JENIS WHEY TERHADAP PRODUKSI &#13;
BIOETANOL DAN PUPUK ORGANIK CAIR &#13;
&#13;
Gemilang Lara Utama S. &#13;
Universitas Padjadjaran &#13;
Program Studi Magister Ilmu Lingkungan &#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
&#13;
Whey sebagai produk samping dari proses pembuatan keju sebaiknya &#13;
dimanfaatkan agar tidak menimbulkan berbagai masalah lingkungan. Laktosa di &#13;
dalam whey dapat dimanfaatkan oleh Kluyveromyces lactis untuk membentuk &#13;
bioetanol. Untuk dapat dipergunakan, bietanol yang dihasilkan harus didistilasi &#13;
hingga didapatkan kadar alkohol yang diinginkan. Sisa distilasi yang dihasilkan &#13;
dapat dimanfaatkan sebagai suplemen pupuk organik cair sehingga dapat &#13;
dipasarkan dan memberikan penghasilan. Untuk mendapatkan kadar bioetanol &#13;
terbaik dan sisa distilasi sebagai suplemen pupuk organik cair yang memenuhi &#13;
standar diperlukan dosis Kluyveromyces lactis yang tepat. Pengolahan whey &#13;
dengan penambahan khamir Kluyveromyces lactis diharapkan dapat memberikan &#13;
manfaat ekonomi. &#13;
&#13;
Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan &#13;
Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3. Perlakuan terdiri atas dua &#13;
faktor yaitu jumlah penambahan Kluyveromyces lactis (5%, 10% and 15% v/v) &#13;
dan kombinasi bahan baku (neufchatel whey, feta whey dan campuran 1:1 &#13;
neufchatel dan feta whey), yang diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan terbaik &#13;
dalam penelitian laboratorium diuji dalam skala semi pilot. Hasil penelitian semi &#13;
pilot digunakan sebagai rancangan dasar untuk perhitungan kelayakan ekonomi. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Kluyveromyces lactis 5% &#13;
pada jenis whey neufchatel (Kl W2) menghasilkan kadar bioethanol terbaik yaitu &#13;
1,94% dan pupuk organik cair dengan kadar N 0,1%, P 0,067%, K 0,135% dan &#13;
pH 5,7 yang mana tidak memenuhi standar pupuk organik cair. Has.il analisis &#13;
fmansial menunjukkan bahwa kegiatan pengolahan whey menjadi bioetanol dan &#13;
pupuk organik cair layak dilakukan dan memberikan manfaat ekonomi dengan &#13;
nilai NPV pada suku bunga 15% Rp. 9.42l.299,-, BCR 1,01 dan IRR 16,8%. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Gemilang Lara Utama S,</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kata Kunci: Whey, Kluyveromyces lactis, Bioetanol,</topic>
 </subject>
 <classification>668.63 Uta p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>668.63 Uta p/R.25.350</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100700102</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.25.350)</sublocation>
    <shelfLocator>668.63 Uta p/R.25.350</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>24907</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 17:38:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-11-24 07:42:57</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>