Detail Cantuman

Image of Pengelolaan lahan terkontaminasi logam berat merkuri dan kadmium akibat kegiatan pertambangan tanpa izin (PETI)emas dengan fitoremediasi menggunakan tanaman nilam

 

Pengelolaan lahan terkontaminasi logam berat merkuri dan kadmium akibat kegiatan pertambangan tanpa izin (PETI)emas dengan fitoremediasi menggunakan tanaman nilam


Fitoremediasi adalah satu metoda pemulihan lahan yang

terkontaminasi logam berat gan menggunakan tanaman untuk dapat

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110700094631.451 Agu p/R.25.316Perpustakaan Pusat (REF.316)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    631.451 Agu p/R.25.316
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii,;235 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    631.451 Agu p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Fitoremediasi adalah satu metoda pemulihan lahan yang

    terkontaminasi logam berat gan menggunakan tanaman untuk dapat

    mengakumulasi logam berat aaa akar, batang dan daun. Tanaman yang
    digunakan pada penelitian ini adalah tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.).
    Penelitian ini merupakan studi awal untuk mengetahui kemampuan tanaman
    nilam dapat tumbuh pada media yang mengandung logam berat Hg dan Cd,
    kemampuan dapat menyerap logam berat Hg dan Cd dan kelayakan tanaman
    nilam sebagai tanaman fitcremediator Hg dan Cd serta kelayakan usaha
    penanaman nilam pada an terkontaminasi logarn berat akibat kegiatan
    pertambangan tanpa izin (PETI) emas di Pongkor, Bogor, Provinsi Jawa barat.

    Percobaan dilakukan di rumah kaca, dengan menggunakan rancangan
    faktorial 2 x 2. Faktor pertama menunjukkan tanah percobaan yang berasal dari
    dua tempat yaitu tanah yang berasal dari Kawasan Nasional Gunung Halimun
    (memiliki konsentrasi Hg 0,539 ppm dan Cd 7 ppm serta tingkat kesuburan tanah
    yang dilihat dari besamya persentase kejenuhan basaIKB 14 termasuk kriteria
    sangat rendah) dan tanah yang berasal dari lokasi kegiatan PET! emas (memiliki
    konsentrasi Hg 9,050 ppm dan Cd 8 ppm serta kejenuhan basaIKB 67 termasuk
    kriteria tinggi), sedangkan faktor kedua menunjukkan pemberian dan tanpa
    pemberian dolomit, kompos dan NPK. Dengan demikian terdapat empat (4)
    macam media tanam. Jumlah ulangan p masing-masing media tanam diulang
    sebanyak delapan (8) ka . percobaan oremediasi ini dilakukan selama enam
    puluh (60) hari.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuha diperoleh dari

    media tanam yang tanabnya diambil dari lokasi kegiatan PET! emas dan
    dilakukan pemberian dolomit, kompos dan NPK, dengan berat kering yang
    dihasikan sebesar 14,062 gr. Berdasarkan basil uji statistik (Annova dan uji lanjut
    Duncan), pertumbuhan akar memberikan hasil siginifikan. Berdasarkan uji lanjut
    Least Significant Difference (LSD) pemberian dolomit, kompos dan NPK,
    memberikan pengaruh yang baik bagi pertumbuhan tanaman nilam. Penyerapan
    logam Hg dan Cd terbaik diperoleh dari media tanam yang tanahnya diambil dari
    lokasi kegiatan PET! emas dan tanpa pemberian dolomit, kompos dan NPK,
    dengan penyerapan logam Hg sebesar 7,332 ppm dan Cd 4,381 ppm. Berdasarkan
    basil uji statistik (Annova dan uji ianjut can), penyerapan Hg dan Cd di akar
    serta Cd di batang memberikan hasil si ifikan. Berdasarkan uji lanjut Least
    Significant Difference (LSD), tanpa p berian dolomit, kompos dan NPK
    memberikan pengaruh yang baik te dap nyerapan Hg clan Cd. Tanaman nilam

    berpotensi sebagai akumulator am dan Cd serta layak untuk dapat

    diusahakan di daerah penelitian dengan = Rp. 943.115.119, IRR = 50,742%,

    B/C ratio = 1,224 dan Pay Back Period = ,860 tahun.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi