Detail Cantuman

Image of Komunikasi terapeutik dalam pemerolehan bahasa klien afasia (studi etnografi komunikasi pada terapis wicara dan klien afasia di RSUD. Dr. Soetomo Surabaya)

 

Komunikasi terapeutik dalam pemerolehan bahasa klien afasia (studi etnografi komunikasi pada terapis wicara dan klien afasia di RSUD. Dr. Soetomo Surabaya)


Penelitian ini berjudul Komunikasi Terapeutik da/am Pemerolehan
Bahasa Klien Afasia (Studi Etnografi Komunikasi pada Terapis Wicara dan

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110700013615.559 826 43 Han k/R.21.219Perpustakaan Pusat (REF.219)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    615.559 826 43 Han k/R.21.219
    Penerbit Magister Ilmu Komunikasi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii, 185 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    615.559 826 43 Han k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini berjudul Komunikasi Terapeutik da/am Pemerolehan
    Bahasa Klien Afasia (Studi Etnografi Komunikasi pada Terapis Wicara dan
    Klien Afasia di RSUD Dr. Soetomo Surabaya) dengan subjek penelitian terapis
    wicara dan klien afasia yang melaksanakan kegiatan terapi wicara di RSUD Dr.
    Soetomo dalam rentang waktu September sampai dengan November 2010.

    Tujuan umum peneliti.:m ini adalah untuk menemukan pola komunikasi
    terapeutik dalam pemerolehan kembali bahasa klien afasia di RSUD Dr. Soetomo
    Surabaya. Dari tujuan pokok tersebut, peneliti mengkonstruk pertanyaan
    penelitian yang dirumuskan sebagai berikut. (1) Bagaimana keterkaitan
    antarkomponen komunikasi yang membangun peristiwa komunikasi terapeutik
    dalam proses pemerolehan bahasa klien afasia? (2) Bagaimana aktivitas
    komunikatif yang terjadi antar masyarakat tutur dalam konteks komunikasi
    terapeutik pada klien afasia? (3) Bagaimana kompetensi komunikasi masyarakat
    tutur dalam konteks komunikasi terapeutik pada klien afasia?

    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif
    dengan studi etnografi komunikasi. Data penelitian dikumpulkan melalui
    observasi partisipatori, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur.
    Pencapaian akses pada subjek penelitian hingga pengumpulan data tersebut
    berlangsung selama lima bulan, bulan Juli sampai dengan Desember 2010.

    Berdasarkan pembahasan hasil penelitian diperoleh simpulan sebagai
    berikut: Karakteristik pola komunikasi antara terapis wicara dan klien afaasia di
    RSUD Dr. Soetomo dalam pemerolehan bahasa klien di antaranya: (1) Salah satu
    partisipan (terapis wicara) berperan lebih dominan dalam komunikasi terapeutik
    tersebut. Sementara klien afasia cenderung menunggu stimulus dari terapis
    wicara. Hampir tidak ada inisiatif dari klien afasia untuk memulai percakapan
    dalam setiap peristiwa komunikasi yang terjadi antara dirinya dengan terapis
    dalam situasi pelaksanana terapi wicara. Hal tersebut dapat dipahami karena
    perbedaan bobot kompetensi komunikasi masing-masing partisipan yang
    menonjol; (1) kerap terjadi repitisi ujaran, terjadi alih kode (bahasa Indonesia ke
    bahasa Jawa); (3) tindak tutur "direktif-imperatif" dan "ekspresif" cenderung
    dilakukan oleh terapis wicara. Sedangkan klien afasia cenderung melakukan
    tindak tutur "asertif dan "ekspresif". Klien afasia dalam konteks terapi wicara
    hampir tidak pemah melakukan tindak "direktif".

    Dari temuan penelitian dan simpulan tersebut, peneliti mengkonstruksi
    model komunikasi terapeutik pemerolehan bahasa klien afasia yang dapat
    dikatakan sebagai representasi perilaku komunikasi antara terapis wicara dan klien
    dalam upaya pemerolehan bahasa klien afasia broca khususnya.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi