<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24851">
 <titleInfo>
  <title>Analisis water footprint produksi beras organik di kab. tasikmalaya (studi kasus di desa salebu dan desa mangunreja, kec. mangunreja</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fifi dewi pratiwi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Lingkungan</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xix,;177 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peningkatan kesadaran masyarakat dunia untuk mengonsumsi beras organik &#13;
membuka kesempatan petani untuk melakukan ekspor dan menarnbah produksi &#13;
beras organik. Kabupaten Tasikmalaya adalah salah satu daerah di Jawa Barat &#13;
yang menjadi sentra produksi beras organik. Pada kenyataannya, produksi beras &#13;
organik mengonsumsi sumber daya alarn dalarn proses produksinya, tennasuk &#13;
sumber daya air yang saat ini menghadapi masalah kelangkaan. Tujuan penelitian &#13;
ini adalah untuk menghitung besaran nilai water footprint produksi beras organik &#13;
di Kabupaten Tasikmalaya (diwakili oleh dua desa: Desa Salebu dan Desa &#13;
Mangunreja) dan untuk mengkaji implikasi produksi beras organik tersebut &#13;
terhadap sumber daya air di kabupaten tersebut. Penelitian ini dilakukan &#13;
menggunakan pendekatan kuantitatif less dominant kualitatif Data dikumpulkan &#13;
melalui wawancara semi-terstruktur dengan infonnan kunci dan observasi &#13;
terhadap proses budidaya dan proses produksi. Berdasarkan hasil penelitian, nilai &#13;
water footprint rata-rata beras organik di Kabupaten Tasikmalaya, yaitu 822,2 &#13;
m3/ton, lebih rendah dibandingkan nilai water footprint beras non-organik di &#13;
kabupaten tersebut yang mencapai 2304,6 m/ton. Oleh karena itu, dapat &#13;
dikatakan bahwa produksi beras organik dapat menghemat konsumsi sumber daya &#13;
air. Penghematan ini akan berdarnpak positif pada pendayagunaan sumber daya &#13;
air yang menjadi lebih optimal dan pengurangan potensi munculnya konflik &#13;
pemanfaatan sumber daya air dalarn sektor pertanian di Kabupaten Tasikmalaya &#13;
sehingga dapat tercapai penggunaan sumber daya air yang berkelanjutan. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Pratiwi Fifi DEWI</note>
 <subject authority="">
  <topic>water footprint, produksi beras organik, konsumsi </topic>
 </subject>
 <classification>664.725 Pra a</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>664.725 Pra a/R.25.347</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100700111</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.347)</sublocation>
    <shelfLocator>664.725 Pra a/R.25.347</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>24851</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 17:38:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-11-24 08:00:26</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>