<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24850">
 <titleInfo>
  <title>Kajian implementasi kebijakan pengelolaan limbah medis pada rumah sakit di kotA bANDUNG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rachmawati, Neneng Fifih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Lingkungan</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiii,;137hlm,;29cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kota Bandung dalam rangka mengimbangi pertumbuhan penduduk yang &#13;
semakin meningkat serta meningkatkan kualitas kesehatan sumber daya manusia, &#13;
pada saat ini menyediakan 31 rumah sakit dan 71 Puskesmas yang tersebar di &#13;
berbagai tempat di Kota Bandung. Berdasarkan pada jumlah tempat tidur sebanyak &#13;
4.695 tempat tidur, dari berbagai rumah sakit yang ada diperkirakan setiap hari &#13;
dihasilkan limbah medis padat dari rumah sakit sejumlah ± 3.455 kilogram. &#13;
Keberadaan instansi pelayanan kesehatan rumah sakit selain untuk mempermudah &#13;
masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan, namun disisi lain perlu &#13;
diwaspadai mengenai penyebaran bibit penyakit melalui media Iimbah medis padat &#13;
yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia apabila tidak &#13;
dikendalikan pengelolaannya. &#13;
&#13;
Sebagai upaya untuk mengendalikan dan mencegah pencemaran &#13;
&#13;
mikroorganisme patogen yang terdapat dalam limbah medis padat, maka setiap rumah &#13;
sakit memiliki kewajiban untuk mengelola limbah medis padat dengan teknologi &#13;
sistem insinerasi salah satunya. Adapun kebijakan publik yang mengatur mengenai &#13;
pengelolaan limbah medis padat adalah Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : &#13;
986/MENKES/PER/XIIl992 serta perubahannya dalam Keputusan Menteri &#13;
Kesehatan Nomor : 1204/MENKES/SKlXl2004 tentang Persyaratan Kesehatan &#13;
Lingkungan Rumah Sakit. &#13;
&#13;
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa yang senyatanya terjadi setelah &#13;
kebijakan publik berupa Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 1204 tahun 2004 &#13;
diimplementasikan, dengan menggunakan responden yaitu empat rumah sakit yang &#13;
ada di Kota Bandung yaitu Rumah Sakit Advent, Rumah Sakit Immanuel, Rumah &#13;
Sakit Bhayangkara Sartika Asih dan Rumah Sakit Al Islam serta perusahaan &#13;
pengolalr limbah medis yaitu PT.Jasa Medivest. Adapun metode penelitian &#13;
menggunakan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
pengelolaan lirnbah medis padat yang dilakukan oleh responden rumah sakit belum &#13;
seluruhnya efektif dilaksanakan, terutama responden belum dapat memusnahkan &#13;
limbah rnedis padat sesuai dengan batasan waktu yang telah ditetapkan dalam &#13;
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 1204 tahun 2004. Namun belum efektifnya &#13;
pengelolaan limbah medis padat pada responden rurnah sakit tersebut tidaklah berdiri &#13;
sendiri, hal ini terkait dengan sistem pengelolaan yang dilakukan oleh perusahaan &#13;
pemusnah limbah medis padat yang bekerjasama dengan ke ernpat rumah sakit yang &#13;
menjadi obyek penelitian. &#13;
&#13;
Dengan rnenggunakan teori implementasi kebijakan publik rnenurut Mazmanian &#13;
dan Sabatier (1983), maka dapat ditarik kesimpulan bahwa beberapa parameter dalam &#13;
karakteristik masalah, karakteristik kebijakan dan variabel lingkungan rnemiliki &#13;
.. pengaruh terhadap tidak efektifnya pengelolaan limbah rnedis padat yang dilakukan &#13;
oleh responden. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Neneng Fifih Rachmawati</note>
 <subject authority="">
  <topic>Limbah medis padat, Kota Bandung, Implementasi Keb</topic>
 </subject>
 <classification>628.445  Rac k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>628.445  Rac k/R.25.306</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100700040</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.306)</sublocation>
    <shelfLocator>628.445  Rac k/R.25.306</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>24850</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 17:38:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-11-24 10:07:27</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>