<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24844">
 <titleInfo>
  <title>Rancangan terapimusik angklung untuk menurunkan penghayatan perasaan kesepian (loneliness) lansia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dewi, Arisanti Chandra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xix, 167 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengembangkan bentuk terapi &#13;
musik dengan menggunakan alat musik angklung dalam mengatasi permasalahan &#13;
psikologis khususnya masalah kesepian (loneliness) pada lansia yang tinggal di tiga &#13;
panti werdha kotamadya Bandung. &#13;
&#13;
Masa lansia adalah puncak dari siklus manusia yang ciri-cirinya cenderung &#13;
mengalami penurunan dan kesengsaraan, baik secara fisiologis, psikologis, dan &#13;
sosial. Lansia adalah kelompok yang paling rentan terhadap permasalahan kesepian &#13;
(loneliness), hal ini disebabkan karena kehilangan pasangan, berpisah dengan anak­ &#13;
anak yang semakin dewasa, kehilangan relasi atau teman sebaya, terlebih lagi bagi &#13;
mereka yang dititipkan di panti werdha. Pada dasamya terdapat beberapa cara untuk &#13;
mengurangi penghayatan perasaan kesepian (loneliness), antara lain dengan aktif &#13;
mengikuti kegiatan sosial dan mendengarkan musik. Musik sudah banyak diteliti dan &#13;
memiliki pengaruh terhadap fungsi fisiologis dan psikologis. Musik sudah diakui &#13;
dapat menjadi media dalam sebuah terapi, yang kemudian berkembang menjadi terapi &#13;
musik. Terapi musik dimulai dari kegiatan mendengarkan, bermain, kemudian &#13;
membuat dan mengaransemen sebuah musik atau lagu. Dalam penelitian ini hanya &#13;
sampai pada tahap bermain alat musik. Alat musik yang sering digunakan dalam &#13;
terapi musik adalah alat-alat musik moderen, sedangkan alat musik tradisional seperti &#13;
angklung seringkali terabaikan keberadaannya. Angklung sendiri memiliki timbre &#13;
yang khas yaitu ringan, selain itu secara filosofi dan perkembangannya mengandung &#13;
makna dan unsur utama kegembiraan dan kebersamaan. Para lansia yang menghayati &#13;
perasaan kesepian (loneliness) membutuhkan suasana yang dapat membangkitkan &#13;
mood dan penuh kebersamaan sehingga mereka tidak mengalami perasaan sedih &#13;
terabaikan, terasing sehingga menjadi kesepian. &#13;
&#13;
Penelitian ini merupakan true experimental yaitu adanya perlakuan (treatment) yang &#13;
sengaja diberikan untuk melihat pengaruhnya, dengan mengontrol secara ketat &#13;
extraneous variable. Rancangan yang digunakan yaitu Before After two group design. &#13;
Uji statistik yang digunakan adalah uji beda Mann Whitney dan uji beda Wilcoxon. &#13;
Subjek penelitian adalah para lansia yang mengalami penghayatan perasaan kesepian &#13;
(loneliness) yang tinggi, dimana telah dijaring me1alui UCLA Loneliness scale v.3 &#13;
dari Dannie1 Russell (1996). &#13;
&#13;
Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan antara taraf loneliness kelompok &#13;
eksperimen (EG) sebelum dengan sesudah diberikan treatment (dengan taraf &#13;
signifikansi 95 %). Kondisi ini memperlihatkan bahwa terapi musik angklung dengan &#13;
memainkan alat musik angklung secara berkelompok dapat membuat suasana hati &#13;
(mood) dan kemampuan berinteraksi para subjek penelitian meningkat sehingga &#13;
menurunkan penghayatan perasaan kesepian (loneliness) karena pada alat musik &#13;
angklung terdapat unsur kenyamanan, kesenangan, kebersamaan dan rekreatif saat &#13;
memainkannya. Diakhir penelitian ada beberapa saran yang diajukan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Dewi, Arisanti Chandra</note>
 <subject authority="">
  <topic>Perasaan Kesepian (Lonelinessy, Terapi Musik, dan </topic>
 </subject>
 <classification>615.851 54 Dew r</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>615.851 54 Dew r/R.19.144</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100700006</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.19.244)</sublocation>
    <shelfLocator>615.851 54 Dew r/R.19.144</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>24844</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 17:38:32</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-08 13:40:18</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>