<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="24835">
 <titleInfo>
  <title>Uji Banding Hasil Pengobatan Topikal Akne komedonal Pada Wajah Menggunakan Krim Asam Retinoat 0,025% Dengan Krim Benzoil  Peroksida 2,5 % Di Perjan RSP Dr. Hasan Sadikin Bandung</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aripin, Elly Dainty</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>magister kedokteran spesialis</publisher>
   <dateIssued>2003</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv,;99 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Akne komedonal merupakan salah satu bentuk klinis dari akne vulgaris, &#13;
wnumnya tidak disertai adanya proses peradangan yang disebabkan oleh &#13;
Propionibacterium aenes (P.aenes) pada folikel pilo-sebasea. Pembentukan komedo &#13;
dapat disebabkan oleh adanya proses hiperkeratinisasi abnormal pada epitel infra­ &#13;
infundibulum folikel pilo-sebaseus yang diikuti dengan terjadinya mikrokomedo dan &#13;
disertai adanya hipersekresi sebum. Proses oksidasi pada lernak kulit, akan menyebabkan &#13;
terjadinya sumbatan pada daerah infra-infundibulum sehingga terbentuk komedo tertutup &#13;
dan atau komedo terbuka. &#13;
&#13;
Pengobatan akne komedonal (tanpa peradangan) dapat diberikan hanya secara &#13;
topikal saja dengan tujuan : menekan proses keratinisasi yang abnormal, meningkatkan &#13;
mitosis sel epitel sehingga memudahkan pelepasan sumbatan, menghambat sekresi sebum &#13;
dan menekan populasi P.aenes untuk mencegah terjadinya peradangan lokal. &#13;
&#13;
Kegagalan pengobatan pada penyakit ini dapat disebabkan etiologi yang bersifat &#13;
multifaktorial, sehingga tidak ada obat yang bersifat kuratif &#13;
&#13;
Pada saat ini dipasarkan berbagai 0 bat baru yang dapat menekan atau &#13;
mempengaruhi berbagai faktor penyebab timbulnya akne komedonal tetapi sampai saat &#13;
ini tretinoin topikal masih merupakan preparat yang paling efektif. Pada pernakaian &#13;
tretinoin tersebut dapat terjadi efek samping berupa gatal, perih, kemerahan dan &#13;
pengelupasan kulit sehingga merupakan kendala dalarn keberhasilan pengobatan. &#13;
&#13;
Untuk mencari altematif pengobatan topikal pada penderita akne komedonal &#13;
maka dilakukan penelitian terhadap penderita akne komedonal pada wajah dengan &#13;
menggunakan krim benzoil peroksida 2,5% secara topikal dibandingkan dengan krim &#13;
tretinoin 0,025% secara topikal. Pengolesan topikal kedua jenis obat tersebut dilakukan &#13;
denganjalan pengolesan setiap malam pada semua penderita selarna 4 minggu. &#13;
&#13;
Desain penelitian, merupakan uji klinis yang sifatnya komparatif dan dilakukan &#13;
dengan pemberian terapi secara urutan. Subjek penelitian diarnbil dari penderita yang &#13;
berobat ke Poliklinik Sub Bagian Kosmetik Medik Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan &#13;
Kelamin FKUP/ Perjan RS dr. Hasan Sadikin, Bandung dari Agustus sarnpai dengan &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Aripin, Elly Dainty</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pengobatan akne komedonal (tanpa peradangan) dapat</topic>
 </subject>
 <classification>615.778 Ari u</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>615.778 Ari u/R.13.11</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001030700004</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.13.11)</sublocation>
    <shelfLocator>615.778 Ari u/R.13.11</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>24835</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 17:38:32</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-04 10:58:45</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>