Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Pengaruh Implementasi Kebijakan Kerja Sama Pemerintah Kabupaten Sambas Dengan Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam Terhadap Efektivitas Pengembangan Kawasan Perbatasan Paloh-Sajingan Besar (PALSA) Di Provinsi Kalimantan Barat


Penelitian ini mengangkat masalah ketidakefektifan pengembangan
Kawasan Perbatasan Paloh-Sajingan Besar (Palsa) di Kabupaten Sambas ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    D4520D4520Perpustakaan Sekolah PascasarjanaTersedia
  • Perpustakaan
    Sekolah Pascasarjana
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    D4520
    Penerbit : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini mengangkat masalah ketidakefektifan pengembangan
    Kawasan Perbatasan Paloh-Sajingan Besar (Palsa) di Kabupaten Sambas Propinsi
    Kalimantan Barat sebagai kawasan perbatasan paling unik di Indonesia yang
    memiliki sumber daya beraneka ragam dan potensi yang sangat besar, tetapi
    pengelolaannya tidak efektif. Fenomena ini ditandai dari fakta kesenjangan antara
    perencanaan/rencana induk dengan implementasi kebijakan pengembangan
    Kawasan Perbatasan Palsa dari tahun ke tahun. Padahal, maju mundurnya dan
    perbaikan pengembangan Kawasan Perbatasan Palsa berkaitan erat dengan efektif
    atau tidak efektifnya implementasi kebijakan pengembangan Kawasan Perbatasan
    Palsa. Berdasarkan pada fakta tersebut, penting untuk melakukan penelitian dalam
    rangka menganalisis seberapa besar pengaruh implementasi kebijakan berdimensi
    resource acquisition, interpretation, planning, organizing, providing benefits and
    services terhadap efektivitas pengembangan Kawasan Perbatasan Palsa.
    Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan
    analisis deskriptif dan verifikatif. Jumlah responden 122 pegawai yang dipilih
    secara sensus di Pemerintah Kabupaten Sambas, Otorita Pengembangan Daerah
    Industri Pulau Batam, dan Badan Palsa (Stuktural/Eselon I/II/III dan Pihak terkait
    lainnya) yang melakukan kerja sama sehubungan dengan efektivitas
    pengembangan Kawasan Perbatasan Palsa. Data dikumpulkan melalui kuisioner
    dan diproses melalui analisis statistik. Untuk menganalisis deskripsi tentang
    resource acquisition, interpretation, planning, organizing, providing benefits and
    services digunakan analisis deskriptif, sedangkan analisis teknik pendekatan
    SEM-PLS dengan alat bantu perangkat lunak terbaik paling modern (tercanggih)
    XLSTAT-PLS 2015 digunakan untuk pengujian hipotesis dan statistik.
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan
    berpengaruh positif terhadap efektivitas pengembangan Kawasan Perbatasan
    Palsa. Berdasarkan analisis teknik pendekatan SEM-PLS diketahui: Pertama,
    planning merupakan dimensi utama yang paling berpengaruh positif dan
    signifikan terhadap efektivitas pengembangan Kawasan Perbatasan Palsa; Kedua,
    resource acquisition, interpretation, dan organizing berpengaruh positif, tetapi
    tidak signifikan terhadap efektivitas pengembangan Kawasan Perbatasan Palsa;
    Ketiga, providing benefits and services berpengaruh negatif dan tidak signifikan
    terhadap efektivitas pengembangan Kawasan Perbatasan Palsa. Hasil penelitian
    ini juga menghasilkan konsep baru dimensi implementasi kebijakan, yaitu dimensi
    kerja sama (cooperation), lingkungan (environment), perencanaan (planning),
    kepemimpinan efektif (effective leadership), dan pemberdayaan masyarakat
    (community empowerment) dengan pemodelan persamaan struktural yang berbeda
    dengan konsep/teori implementasi kebijakan Ripley dan Franklin.

    Kata kunci: kerja sama, implementasi kebijakan, efektivitas, pengembangan
    Kawasan Perbatasan Paloh-Sajingan Besar (Palsa)

    This research raising the problems on Paloh-Sajingan Besar (Palsa)
    Border Area Development ineffectively in Sambas District of West Kalimantan
    Province as a special Border Area/Borderland in Indonesia that have very big
    potential and many kinds of resources, but it was not managed ineffectively. This
    phenomenon is suspected from facts of the gap between planning/masterplan and
    policy implementation of Palsa Border Area Development from year to year.
    Whereas, the improvement and advancement Palsa Border Area Development
    related with policy implementation of Palsa Border Area Development effectively
    or ineffectively. Based on that facts, it is important to research to analyze how
    many the influence of policy implementation that have dimension of resource
    acquisition, interpretation, planning, organizing, providing benefits and services
    to effectivity of Palsa Border Area Development.
    The research method uses quantitative method with descriptive and
    verificative analyzes. The numbers of respondent are 122 employees, which are
    chosen censusly in Sambas Districk Government, Batam Industrial Area
    Development Authority Board, and Palsa Board (Sructural/Esselon I/II/III and
    Stakeholders) that have to do a cooperation related with effectivity of Palsa
    Border Area Development. Data are collected by questionnaires and processed by
    statistically analyzed. To analyze about resource acquisition, interpretation,
    planning, organizing, providing benefits and services description is used
    descriptive analysis, but SEM-PLS (Structural Equation Modelling-Partial Least
    Square) approach technique analysis with tool of XLSTAT-PLS 2015 the best
    modern software is used to statistical and hypothetical test.
    The result of this research shows there is a positive influence of policy
    implementation variable to effectivity of Palsa Border Area Development
    variable. Based on SEM-PLS approach technique analysis: First, planning are
    main dimension which is the best positive influence to effectivity of Palsa Border
    Area Development variable; Second, there aren’t significant and positive
    influence of resource acquisition, interpretation, and organizing dimensions to
    effectivity of Palsa Border Area Development variable; Third, there isn’t
    significant and a negative influence of providing benefits and services dimension
    to effectivity of Palsa Border Area Development variable. The result of this
    research also have a dimension new concept of policy implementation, those are
    cooperation, environment, planning, effective leadership, and community
    empowerment dimensions with the structural equation modelling were different
    from Ripley and Franklin of policy implementation concept/theory.

    Keywords: cooperation, policy implementation, effectiveness, Paloh-Sajingan
    Besar (Palsa) Border Area Development
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi