Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Model Program Pemberdayaan dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Hidup Pengungsi Etnik Madura Asal Sambas di Kota Pontianak, Kalimantan Barat


udul penelitian ini adalah "Model Program Pemberdayaan Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Hidup Pengungsi Etnik Madura Asal Sambas Di Kota ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    D978D978Perpustakaan Sekolah PascasarjanaTersedia
  • Perpustakaan
    Sekolah Pascasarjana
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    D978
    Penerbit : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • udul penelitian ini adalah "Model Program Pemberdayaan Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Hidup Pengungsi Etnik Madura Asal Sambas Di Kota Pontianak, Kalimantan Barat". Adapun yang menjadi masalah utama dalam penelitian ini adalah ketidakberhasilan penanganan masyarakat pengungsi etnik Madura korban konflik antaretnik di Sambas melalui program pemberdayaan yang telah dilaksanakan pemerintah setempat dalam hal ini Bappeda Propinsi Kalbar (aparat birokrasi) selaku pihak pengelola program dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat pengungsi yang bersangkutan. Untuk menjawab masalah penelitian tersebut, maka digunakan pendekatan teori pembangunan dan studi kasus, dengan menggunakan metode kualitatif dan survei deskriptif kualitatif pada lima kecamatan di kota Pontianak (Kecamatan Pontianak Utara, Selatan, Timur, Barat dan Kota) dengan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dibantu juga dengan kuesioner. Pengumpulan data dilakukan terhadap Kepala Keluarga (KK) pengungsi yang terpilih sebagai informan dan beberapa orang informan kunci yang dianggap mengetahui masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakberhasilan program pemberdayaan masyarakat pengungsi yang telah dilaksanakan oleh pemerintah setempat (Bappeda Propinsi Kalbar) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat pengungsi disebabkan oleh perilaku aparat birokrasi yang terlalu mendominasi semua kegiatan program, kurang dilibatkannya partisipasi masyarakat pengungsi dalam pengelolaan program, tidak adanya koordinasi atau kerjasama antara aparat birokrasi, LSM dan instansi terkait dalam pelaksanaan program, serta kurangnya komunikasi informasi tentang program pemberdayaan yang dilakukan oleh aparat birokrasi baik terhadap kelompok masyarakat pengungsi peserta program maupun kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap pelaksanaan program pemberdayaan itu.

    The title of this research is "Empowerment Program Model To Increase The Welfare Sambas of Madurese Refugees From Sambas In Pontianak, West Kalimantan." The main topic is the unsuccessful of refugee society care of Madura ethnic as the victim of interethnic conflicts of Sambas through the implementation of empowerment program by the local government - Regional Development Planning Department of West Kalimantan Province (Bureaucracy staffs) - as the program organizer to increase the refugee society welfare. In answering the problem, the development theory and case study approach did for this research. Then, qualitative method and qualitative descriptive survey applied toward five region of Town of Pontianak (The regions of North, South, East, West and Town of Pontianak). The data is collected by observation technique, deeper interview and questionnaire. As the informants and the key informants took the refugee household's head since they knew the problems studied. The result shown that the unsuccessful of empowerment program of refugee society by the local government (West Kalimantan Province) to increase the refugee society welfare caused by the dominance behavioural of bureaucracy staffs for all programs activity, less empowerment of refugee society in organizing program, loss of coordination or cooperation of bureaucracy staffs internally, People Society Organization and institution related of program implementation, and less information of communication about the program by the staffs either the group member of refugee society as the empowerment of the program or parts of interest toward the implementation of it.

    Suteki-Tech.Com | Email Us | ©2004-Present Suteki Global Informatika
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi