Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Model Dinamika Penetapan Tingkat Bahaya Erosi Berdasarkan Penggunaan Lahan di Sub-Das Simbelin Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara


Abstrak :
Penelitian dilakukan di kawasan sub-DAS Simbelin di Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara, selama dua musim, yaitu musim hujan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    D948D948Perpustakaan Sekolah PascasarjanaTersedia
  • Perpustakaan
    Sekolah Pascasarjana
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    D948
    Penerbit : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    NONE
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Abstrak :
    Penelitian dilakukan di kawasan sub-DAS Simbelin di Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara, selama dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau pada bulan Nopember 2002 sampai dengan Juni 2003. Penelitian bertujuan untuk : (1) memetakan lokasi-lokasi yang mempunyai kelas TBE yang sama atau berbeda akibat penggunaan lahan pada masing-masing poligon di sub-DAS Simbelin, (2) mendapatkan metode pengukuran erosi yang tepat berdasarkan penggunaan lahan di sub-DAS Simbelin,dan (3) menetapkan pengelolaan lahan yang sesuai berdasarkan penggunaan lahan pada masing-masing poligon di sub-DAS Simbelin dengan simulasi model dinamika erosi melalui analisis SIG. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survai deskriptif dan metode survai eksploratif. Metode survai deskriptif di lapang dilaksanakan dengan menggunakan data hasil interpretasi peta dari citra satelit dan data pendukung lainnya, sedangkan metode survai eksploratif dilakukan dengan mengamati sifat-sifat fisika tanah di lapang serta sifat fisika dan kimia tanah berdasarkan analisis contoh tanah di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). kelas tingkat bahaya erosi (TBE) yang terdapat di Sub DAS Simbelin berdasarkan penggunaan lahan bervariasi dari sangat ringan sampai sangat berat, dengan kelas TBE sangat ringan (SR) pada hutan primer dan hutan sekunder, masing-masing dengan rata-rata besarnya erosi 4,30 ton ha-1 th-1 dan 14,32 ton ha-1 th-1, kelas TBE ringan (R) pada sawah sebesar 23,37 ton ha-1 th-1 , kelas TBE sedang (S) pada perkebunan rakyat sebesar 139,50 ton ha-1 th-1 , kelas TBE berat (B) pada pemukiman sebesar 388,66 ton ha-1 th-1 , serta kelas TBE sangat berat (SB) pada kebun campuran dan tegalan masing-masing sebesar 568,15 ton ha-1 th-1 dan 692,54 ton ha-1 th-1; (2). a. metode petak standar dan metode sedimentasi merupakan metode yang tepat dalam mengukur besarnya tanah yang tererosi pada sebidang tanah yang relatif sempit, sedangkan metode USLE lebih tepat digunakan pada wilayah yang luas untuk mengukur besarnya tanah yang tererosi; b. rata-rata besarnya erosi tanah pada metode sedimentasi, metode petak standar, dan metode USLE masing-masing sebesar 15,93 ton ha-1 th-1, 28,56 ton ha-1 th-1 dan 368,71 ton ha-1 th-1 ; (3). a. besarnya erosi tanah aktual yang diukur dengan menggunakan metode petak standar atau metode sedimentasi berbeda dengan besarnya erosi tanah hasil prediksi yang diukur dengan menggunakan metode model analisis SIG, masing-masing sebesar 15,93 ton ha-1 thn-1 , 28,56 ton ha-1 thn-1, dan 339,54 ton ha-1 thn-1, b. model dinamika analisis SIG dapat digunakan pada wilayah yang luas untuk mengukur besarnya tanah yang tererosi.

    A research was conducted at the area of Simbelin sub-watershed in Dairi District, North Sumatra Province, during two rainy and dry seasons from November 2002 up to June 2003. Te objectives of the research were are : (1) mapping locations having similar class of erosion hazard as effect of land use at each polygon of Simbelin sub-watershed , (2) to obtain accurate measurement of soil erosion method in relation with land use at the sub-watershed of Simbelin, and (3) to obtain the simulation model dynamics of soil erosion through Geographics Information Systems analysis for appropriate soil management relevant to land use. The research method used in this study were descriptive and explorative survey, descriptive method survey in the field by using data of interpreted maps from satellite image and other supported data,whereas explorative survey was conducted by determination of soil physical properties and chemical properties by analysis of soil samples in laboratory. Results of the research showed that : (1). Levels of hazard erosion in sub-watershed of Simbelin based upon land use varied from the light to the very heavies , with very light hazard erosion at primary and scondary forests( average of 4,30 tons ha-1 y-1 and 14,32 tons ha-1 y-1), light at paddy soil (23,37 tons ha-1 y-1), medium at small plantation( 139,50 tons ha-1 y-1), heavy at settlement ( 388,66 tons ha-1 y-1), and very heavy at agroforestry and non irrigated land (568,15 tons ha-1 y-1 and 692,54 tons ha-1 y-1, respectively); (2). a. Standard erosion plot and sedimentation were accurate methods for measuring soil erosion in relatively small land area, whereas Universal Soil Loss Equation (USLE) was the accurate method for measuring soil erosion in wide area, b. the average erosion by using sedimentation, standard erosion plot and USLE methods were 15,93 tons ha-1 y-1; 28,56 tons ha-1 y-1, and 368,71 tons ha-1 y-1, respectively; (3). a. Value of actual erosion measured by sedimentation or standard erosion plot was different from predicted erosion by Geographics Information System (GIS) analysis, namely 15,93 tons ha-1 y-1; 28,56 tons ha-1 y-1 , and 339,54 tons ha-1 y-1, respectively, b. dynamic analysis models used for measuring soil erosion in wide areas.

    Suteki-Tech.Com | Email Us | ©2004-Present Suteki Global Informatika
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi