Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Aktivitas Antibakteri Kombucha Hasil Fermentasi dari Teh Hitam dan Teh Hijau dengan Variasi Konsentrasi Gula Terhadap Bakteri Penyebab Demam Tifoid Pada Manusia


Telah dilakukan pengujian aktivitas antibakteri kombucha hasil fermentasi dari teh hijau dan teh hitam dengan berbagai variasi konsentrasi gula ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021051000005Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    1534
    Penerbit : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    1534
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Telah dilakukan pengujian aktivitas antibakteri kombucha hasil fermentasi dari teh hijau dan teh hitam dengan berbagai variasi konsentrasi gula terhadap bakteri penyebab demam tifoid menggunakan metode difusi agar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombucha memiliki antibakteri terhadap bakteri penyebab demam tifoid, yaitu Salmonella typhi, Salmonella paratyphi A, Salmonella paratyphi C. Aktivitas antibakteri terbesar diberikan oleh kombucha dari teh hitam, dengan konsentrasi gula 85 g/L yang diambil pada waktu fermentasi hari ke-6. hasil determinasi kombucha menunjukkan bahwa kultur kombucha terdiri dari ragi Saccharomyces cerevisiae dan Candida sp., sedangkan untuk jenis bakterinya belum dapat diidentifikasi. Hasil Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) terendah dari kombucha yang berasal dari teh hitam pada hari fermentasi ke-12 dengan konsentrasi gula 85 g/L ditunjukkan pada Salmonella paratyphi A, Salmonella paratyphi B, dan Salmonella paratyphi C masing-masing sebesar 10 % b/v. Nilai Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) terendah dari kombucha yang berasal dari teh hijau pada hari fermentasi ke-14 dengan konsentrasi gula 85 g/L ditunjukkan pada bakteri Salmonella typhi yaitu sebesar 15% b/v. Kombucha yang berasal dari teh hitam, dengan konsentrasi gula 100 g/L dengan waktu fermentasi hari ke-16 memberikan nilai Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) yang sama terhadap semua bakteri penyebab demam tifoid, yaitu sebesar 10 % b/v. Menurut analisis statistik, didapat bahwa terjadi interaksi antara jenis teh, variasi konsentrasi gula, waktu fermentasi dan jenis bakteri.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi